Beranda / Nasional Dan Internasional / Rudal AS Tak Cukup untuk Perang Habis-habisan Lawan Iran

Rudal AS Tak Cukup untuk Perang Habis-habisan Lawan Iran

AS Kembali Serang Selat Hormuz. (Foto: DW (News)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Perang Amerika Serikat (AS) Vs Iran belum mereda. Namun, AS mengakui rudalnya tak cukup untuk perang habis-habisan melawan Teheran.
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengatakan pada Selasa bahwa militernya menargetkan “pusat komando militer Iran, fasilitas maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta sistem pertahanan udara.” Militer AS juga merilis rekaman terbaru serangan udara terhadap sejumlah lokasi di Iran.

“Pasukan Amerika tetap siaga dan siap meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan yang tidak beralasan terhadap awak kapal sipil yang berupaya melintasi selat secara bebas dan terbuka,” tulis CENTCOM.

Dilaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk melancarkan “perang yang lebih luas” melawan Teheran, seiring dengan semakin banyaknya pesawat tempur Amerika yang dikerahkan ke Timur Tengah.

Namun, seorang pejabat AS yang mengetahui pembahasan pemerintah, mengungkapkan bahwa operasi tersebut akan dibatasi oleh menipisnya persediaan pertahanan udara dan amunisi jarak jauh.

“Kita tidak memiliki cukup amunisi untuk mempertahankan operasi dengan aman, dan saya rasa Gedung Putih tidak menyadari hal itu,” kata pejabat AS tersebut kepada The Washington Post, seperti dilansir The Telegraph, Selasa (21/7/2026).

AS telah memperluas serangannya dalam serangan selama sembilan hari berturut-turut terhadap Iran, semakin mendekati perang habis-habisan di kawasan itu.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan mereka telah menyerang target-target di Bahrain, Yordania, dan Suriah. IRGC bahkan bersumpah untuk memberi AS pelajaran yang tak terlupakan, yang akan mencegah siapa pun yang berupaya melakukan agresi terhadap Iran.

“Sekarang setelah Amerika yang kriminal sekali lagi memilih jalan kesalahan, agresi, dan petualangan, kami terikat teguh pada perjanjian ini: bahwa kami akan memberikan ‘pelajaran yang tak terlupakan’… pelajaran yang akan mencegah agresor mana pun untuk mengulangi kesalahannya,” demikian pernyataan IRGC.

IRGC juga mengatakan tidak akan pernah mempercayai AS dan janji-janjinya untuk mencapai penyelesaian dengan Iran melalui negosiasi.

“Kami berjanji bahwa… kami tidak akan pernah mengikat nasib negara ini pada janji-janji musuh pembunuh anak yang rekam jejaknya penuh dengan pelanggaran kepercayaan, tipu daya, dan kebencian terhadap bangsa Iran,” kata IRGC.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran terlibat dalam “perang skala penuh” dengan AS, dan Washington harus menerima konsekuensi dari konflik tersebut.

Namun, kedua belah pihak telah memberi sinyal bahwa diplomasi terus berlanjut di balik layar.

“Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh,” ujar Pezeshkian, seperti dikutip dalam pernyataan resmi kepresidenan.

Pezeshkian menilai tantangan terbesar yang kini dihadapi Iran bukan hanya di medan militer, melainkan juga di bidang ekonomi.

“Medan perang terpenting saat ini adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *