Jakarta,REDAKSI17.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat beruntun selama 9 hari perdagangan terakhir. Saat ini IHSG kembali ke level 6.300-an.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG hari ini ditutup menguat 1,74% ke level 6.340,02 hingga penutupan perdagangan hari ini. Pergerakan indeks saham hari ini diketahui menguat sejak pembukaan perdagangan pada posisi 6.273,57 pagi tadi.
Penguatan indeks saham terjadi sejak Kamis (9/7) kemarin, di mana IHSG ditutup menguat 0,67% ke level 5.912,44.
Pada perdagangan hari selanjutnya, Jumat (10/7), IHSG kembali menguat 0,20% ke level 5.924,36. Penguatan terus berlanjut pada perdagangan Senin (13/7), yang diketahui IHSG menguat 1,92% dan menyentuh kembali level 6.037,84.
Kemudian pada Selasa (14/7), IHSG kembali menguat meski tipis sebesar 0,03% ke level 6.039,52. Penguatan tipis juga terjadi di hari Rabu (15/7), kala IHSG hanya menguat 0,04% ke level 6.041,97.
Namun pada perdagangan Kamis (16/7), IHSG kembali melesat 1,10% ke level 6.108,20. IHSG juga berhasil mempertahankan reli tersebut dengan menguat 1 10% pada perdagangan Jumat (17/7) ke level 6.175,53.
Kemudian ada perdagangan Senin (20/7) kemarin, IHSG berhasil kembali menyentuh level 6.231,78 usai menguat 0,91%. Secara rata-rata sepanjang perdagangan sebulan terakhir, IHSG berhasil menguat 3,91%.
Sementara hari ini, Selasa (21/7), tercatat volume perdagangan sebanyak 51,06 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,50 triliun. Tercatat frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 2.942.060 kali sepanjang perdagangan hari ini.
Sejalan dengan hal tersebut, papan perdagangan utama LQ45 juga bergerak menguat 1,42% ke level 636.637 hingga penutupan perdagangan hari ini. Ada sebanyak 421 saham menguat, 205 saham melemah, dan 169 saham bergerak stagnan.
Hari ini, investor asing juga tercatat mulai melakukan aksi beli berita (net foreign buy) sebesar Rp 31,36 miliar. Kemudian secara kumulatif sepanjang perdagangan lima hari terakhir, IHSG mencatat net foreign buy sebesar Rp 972,21 miliar.
Meski demikian, IHSG masih mencatat posisi net foreign sell sebesar Rp 75,61 triliun sepanjang tahun 2026.





