Solo,REDAKSI17.COM – Pemerintah bersama Keraton Solo akan memulai revitalisasi di 13 titik kawasan Keraton Solo. Seiring dimulainya proyek tersebut, Museum Keraton Solo akan ditutup sementara selama sekitar empat bulan agar proses pekerjaan dapat berjalan optimal.
PB XIV Hangabehi menjelaskan selama masa revitalisasi, seluruh aktivitas di area museum akan dihentikan dan hanya tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) yang diperbolehkan bekerja di lokasi. “Jadi tidak ada aktivitas, hanya aktivitas pengerjaan dari BPK. Setelah selesai baru kita buka kembali,” ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026.
Revitalisasi ditargetkan rampung pada Desember 2026 dengan fokus utama berada di Museum Keraton Solo. Selain memperbaiki bangunan, seluruh koleksi bersejarah akan menjalani proses konservasi, pendataan, dan inventarisasi sesuai standar pelestarian cagar budaya.
Penataan juga akan menyasar kawasan taman museum agar tampil lebih rapi dan memiliki fungsi yang lebih luas. Berbagai benda bersejarah yang berada di area luar akan dipindahkan ke lokasi yang lebih layak, sementara konsep taman akan disusun dengan karakter yang berbeda dari Pracima Mangkunegaran. “Yang penting kita ingin merangkai taman ini menjadi lebih baik dan bisa difungsikan,” ujarnya.
Selain museum, revitalisasi turut mencakup Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, Keraton Kilen, Keputren, Ndalem Ageng, hingga sejumlah area lain sehingga total 13 titik yang akan dibenahi secara bertahap. Kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga diharapkan dimanfaatkan sebagai ruang pertunjukan budaya dan aktivitas masyarakat.
“Insyaallah Kamis BPK langsung turun ke lapangan untuk mengecek lokasi yang akan dikerjakan. Mungkin pengerjaannya dimulai dari museum terlebih dahulu,” ucapnya





