Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto beberapa kali mengungkapkan keterkejutannya terhadap kondisi Indonesia setelah resmi menjabat sebagai Presiden. Ia menilai persoalan yang dihadapi negara jauh lebih berat daripada yang terlihat sebelumnya.
Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menyebut Prabowo sebenarnya telah lama memahami bahwa pengelolaan Indonesia tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Artinya, Indonesia salah urus atau salah arah, Prabowo sudah lama tahu,” kata Erizal.
Dalam Pemilihan Ketua Umum HIPMI di Lampung, Prabowo juga menyampaikan bahwa sejak dekade 1990-an, ia telah melihat Indonesia bergerak ke arah yang keliru. Namun, setelah memegang kendali pemerintahan, ia disebut semakin menyadari besarnya persoalan yang terjadi.
Salah satu masalah yang disoroti adalah aliran kekayaan negara senilai ribuan triliun rupiah ke luar negeri serta eksploitasi sumber daya alam yang dinilai tidak terkendali.
“Perampokan SDA (Sumber Daya Alam) terjadi secara masif seperti negeri tak bertuan,” kata Erizal.
Erizal mempertanyakan mengapa persoalan sebesar itu tidak mendapat perlawanan yang kuat. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong Prabowo mengambil jarak politik dari mantan Presiden Joko Widodo.
“Bisa jadi inilah salah satu alasan, kalau nanti Presiden Prabowo berpisah jalan dengan Jokowi, karena Jokowi terlihat hanya memikirkan masa depan anak-anaknya, ketimbang memikirkan masa depan generasi mendatang,” pungkas Erizal.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan analisis Erizal. Publik tetap perlu mencermati apakah perbedaan arah antara Prabowo dan Jokowi benar-benar berkembang menjadi perpisahan politik terbuka.




