Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengajak seluruh insan koperasi untuk mengubah paradigma dan stigma lama tentang koperasi. Sri Paduka menyebut, sudah saatnya koperasi memiliki wajah baru sebagai koperasi digital, inovatif, dan inklusif.
Ajakan tersebut disampaikan Sri Paduka saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di DIY. Kegiatan ini digelar di Amphitheater Teras Malioboro pada Rabu (22/07).
Sri Paduka mengungkapkan, tema peringatan tahun ini, yakni “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,” dibangun dari idealisme dan realitas kehidupan masyarakat. Di mana koperasi hadir sebagai solusi kolektif untuk mendorong keselarasan, saling bergandengan tangan, demi mewujudkan Hamemayu Hayuning Bawana.
“Peringatan Hari Koperasi Ke-79 pada tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali posisi koperasi sebagai sakaguru perekonomian nasional. Semoga koperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta mampu menjadi pilar ekonomi rakyat menuju Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera,” tutur Sri Paduka.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 menjadi momentum untuk mengoptimalkan proses pembinaan dan pengawasan serta meningkatkan kualitas pemberdayaan koperasi di DIY, yang akan bermuara pada penguatan perekonomian di Yogyakarta. Baginya,koperasi sebagai sakaguru perekonomian bangsa, semestinya ikut berperan dalam pembangunan ekonomi.
Agus menjelaskan, hingga triwulan II tahun 2026 terdapat 2.613 koperasi di DIY, dengan mayoritas bergerak di sektor riil. Selaras dengan arah kebijakan Kementerian Koperasi, ia menyebut, digitalisasi juga menjadi salah satu prioritas pengembangan koperasi di DIY.
“Untuk target 2026, sebanyak 9 koperasi modern yang tentunya telah melakukan digitalisasi dan inovasi dalam pengembangan usahanya,” papar Agus.
Agus menjelaskan, sampai dengan triwulan II tahun 2026, terdapat 387 koperasi berbadan hukum di DIY, termasuk 42 koperasi yang belum genap berusia satu tahun. Dari 345 koperasi yang telah memenuhi syarat menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sebanyak 186 koperasi telah menyampaikan laporan pelaksanaan RAT. Jumlah tersebut meningkat 42 koperasi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 144 koperasi.
Ia menambahkan, pada tahun 2026, mengacu pada Peraturan Menteri Koperasi Nomor 9 Tahun 2020, penilaian koperasi diganti dengan sistem pemeriksaan kesehatan koperasi. Pemeriksaan tersebut menyasar koperasi simpan pinjam maupun koperasi sektor riil, sehingga kondisi kesehatan seluruh jenis koperasi dapat dipetakan secara lebih komprehensif. Hingga triwulan II tahun 2026, hasil pemeriksaan menunjukkan 14 koperasi berstatus sehat dan 30 koperasi berstatus cukup sehat.
Selain itu, Agus juga menyoroti pengembangan Koperasi Desa Kalurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari program strategis nasional. Pihaknya telah mendorong berdirinya KDKMP di 392 kalurahan dan 49 kelurahan di DIY. Keberadaannya turut meningkatkan jumlah masyarakat yang menjadi anggota koperasi hingga mencapai 12.671 orang.
“Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, pemerintah daerah bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada pengurus KDKMP agar semakin profesional dalam mengembangkan usahanya,” ujar Agus.
Agus pun mengutarakan, pembangunan gerai KDKMP dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM DIY dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMK Dukcapil) DIY serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY dalam penentuan lokasi pembangunan. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pemanfaatan Tanah Kalurahan. Hingga saat ini, telah terbangun 115 gerai KDKMP, terdiri atas masing-masing 30 gerai di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, serta 25 gerai di Kabupaten Sleman.
Adapun rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di DIY juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, yaitu Gebyar Koperasi Istimewa dan Gelar Produk Koperasi, peresmian Gedung Plaza Kosudgama, serta seminar bertajuk Membangun Koperasi Sektor Riil yang Berdaya melalui Peran Aktif Generasi Z.
Humas Pemda DIY





