Program ini lahir dari kerisauan para ASN yang menanggung biaya transportasi tinggi dan kesulitan membagi waktu untuk keluarga. Zudan mengakui kondisi ini makin terasa berat karena pemerintah belum mampu menaikkan gaji ASN dalam waktu dekat.
“Kalau suami istri berkumpul, bisa hemat tiket pesawat, bisa hemat pengeluaran dapur, listrik, air, dan ini saya pahami ketika saya belum bisa meningkatkan pendapatan, akan sangat bijaksana kalau semua pimpinan bisa mengurangi tingkat pengeluaran. Nah oleh karena itu, program ini mulai kita eksekusi,” tutur Zudan.
Pada tahap awal, program ini baru diuji coba di lingkungan BKN saja. Zudan berharap hasilnya dapat menginspirasi kementerian, lembaga, provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota untuk mengikuti langkah yang sama.
“Ini untuk BKN saja dulu, nanti mudah-mudahan bisa menginspirasi Kementerian, Lembaga, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, sehingga bisa menjadi gerakan nasional,” ucapnya.
Zudan menegaskan program ini bukan sekadar soal efisiensi pengeluaran. Kedekatan ASN dengan keluarga dan domisili diyakini akan menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman dan pada akhirnya mendorong produktivitas birokrasi.





