Beranda / Politik / Konflik PPP Wonosobo Memanas, Kantor DPC Kembali Disegel Lanjut Pelaporan ke Polisi

Konflik PPP Wonosobo Memanas, Kantor DPC Kembali Disegel Lanjut Pelaporan ke Polisi

WONOSOBO,REDAKSI17.COM – Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kembali menyegel Kantor DPC PPP Wonosobo, Rabu (22/7/2026).

Mereka memprotes terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC PPP periode 2026-2031 oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang dinilai tak sesuai hasil musyawarah cabang (muscab).

Dalam aksi tersebut, massa menutup akses masuk kantor dengan memasang rantai dan gembok pada gerbang.

Mereka juga memasang spanduk bertuliskan “Kantor DPC PPP Wonosobo Ini Ditutup Sampai Selesai Pemilu 2029″ di gerbang.

Sejumlah kader juga membakar koran bekas di depan gerbang kantor.

Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari protes kader yang menilai keputusan DPP tidak sejalan dengan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) yang sebelumnya telah digelar di Pondok Pesantren Al Asy’ariyah.

Dalam SK DPP PPP, Muhammad Farid ditetapkan sebagai ketua DPC PPP Wonosobo.

Ketua PAC PPP Kecamatan Wonosobo, Ahmad Ridhowi mengatakan, penutupan kantor dilakukan sebagai bentuk kekecewaan kader atas keputusan DPP yang dinilai mengabaikan aspirasi pengurus tingkat kecamatan.

“Kami hanya membuat sebuah reaksi dan ekspresi dari bentuk kekecewaan kita,” kata Ahmad Ridhowi di sela aksi.

Ia menjelaskan, dalam Muscab PPP, seluruh PAC telah menyepakati hasil melalui tim formatur.

Namun, keputusan tersebut tidak disahkan oleh DPP.

“Hasil dari muscab itu bisa dikatakan ada sebuah penikungan,” ujarnya.

Menurut Ridhowi, sebanyak 15 PAC di Kabupaten Wonosobo telah menyampaikan hasil muscab kepada DPP.

Akan tetapi, keputusan tersebut justru dianulir sehingga memicu kekecewaan kader.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *