Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Upaya mempercepat transformasi Yogyakarta International Airport (YIA) menuju gerbang pariwisata internasional Koridor JOGLOSEMAR terus diperkuat melalui penguatan konektivitas udara, integrasi destinasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Upaya percepatan tersebut menjadi fokus Rapat Koordinasi Strategis Kepariwisataan melalui Jejaring Ekosistem YIA yang digelar di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (27/7), sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor untuk mengoptimalkan peran YIA sebagai gerbang pariwisata internasional Koridor JOGLOSEMAR.
General Manager (GM) YIA Muhammad Thamrin memaparkan bahwa tantangan utama YIA saat ini bukan lagi pembangunan infrastruktur, melainkan optimalisasi kapasitas bandara yang baru dimanfaatkan sekitar 25 persen dari kapasitas 20 juta penumpang per tahun. Rapat tersebut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemda DIY, perwakilan Dinas Pariwisata kabupaten/kota se-DIY, serta perwakilan organisasi bidang pariwisata di DIY.
Menanggapi paparan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan bahwa percepatan pengembangan YIA hanya dapat diwujudkan melalui orkestrasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, penguatan ekosistem pariwisata memerlukan roadmap yang jelas, pembagian peran yang tegas, serta target implementasi yang terukur agar potensi besar YIA mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau ingin akselerasi, harus jelas siapa berbuat apa. Semua kontribusi harus dituangkan secara tertulis sehingga setiap pihak memiliki tanggung jawab yang jelas. Roadmap harus segera difinalisasi dan progresnya terus dikawal karena dampaknya bukan hanya bagi bandara, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Ni Made.
Sebagai contoh, Ni Made mengungkapkan keberhasilan DIY dalam menyiapkan Embarkasi Haji berbasis hotel pertama di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan yang bekerja dengan strategi serta pembagian peran yang jelas.
“Kita belajar ketika menyiapkan embarkasi haji berbasis hotel pertama di Indonesia. Kita memiliki strategi, menjalankannya bersama, dan berhasil karena ada komitmen dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Semangat yang sama harus kita bangun untuk akselerasi YIA. Yang paling penting adalah komitmen. Skemanya diselesaikan terlebih dahulu, kemudian kita evaluasi bersama agar progresnya terus berjalan,” ujar Ni Made.
Sekda DIY meminta skema aksi diselesaikan dalam waktu satu pekan sebagai dasar penyusunan roadmap 100 hari. Implementasi program ditargetkan mulai berjalan pada 15 Oktober 2026 dengan fokus pada pengembangan pasar internasional, khususnya Australia, China, dan India. Upaya tersebut akan diperkuat melalui sales mission, promosi terpadu, serta sinergi antara DIY dan Jawa Tengah dalam pengembangan Koridor JOGLOSEMAR.
Dalam paparannya, Muhammad Thamrin menjelaskan bahwa YIA memiliki fondasi yang kuat sebagai bandara bertaraf internasional. Saat ini YIA melayani 13 maskapai, 17 rute domestik, dan tiga rute internasional, didukung landasan pacu sepanjang 3.250 meter yang mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan Boeing 777ER, terminal seluas 219 ribu meter persegi, serta fasilitas kargo domestik dan internasional. Namun, hingga 2025 jumlah penumpang baru mencapai sekitar 4 juta orang atau sekitar 25 persen dari kapasitas terminal karena YIA mulai beroperasi bertepatan dengan pandemi Covid-19.
“Tantangan kita hari ini bukan lagi membangun bandara, melainkan mengoptimalkan kapasitas yang sudah tersedia. Kuncinya adalah memperkuat konektivitas penerbangan, membangun permintaan pasar, dan mengintegrasikan seluruh ekosistem pariwisata agar YIA benar-benar menjadi gerbang utama wisatawan mancanegara ke Yogyakarta dan kawasan JOGLOSEMAR,” ujar Thamrin.
Menurut Thamrin, strategi JOGLOSEMAR Integrated Tourism Corridor menjadi langkah percepatan untuk mewujudkan visi tersebut. Strategi ini mengintegrasikan konektivitas penerbangan, destinasi unggulan, transportasi, serta ekosistem ekonomi kreatif dalam pengalaman perjalanan yang terpadu (seamless). Implementasinya diproyeksikan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 75 persen dalam lima tahun, memperpanjang lama tinggal wisatawan dari 2–3 hari menjadi 5–7 hari, meningkatkan pengeluaran wisatawan hingga sekitar US$2.800 per perjalanan, serta menambah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY dan Jawa Tengah sekitar Rp4 triliun.
Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aria Nugrahadi menekankan pentingnya sinkronisasi seluruh pemangku kepentingan agar setiap program berjalan dalam satu orkestrasi. Menurutnya, sinergi antara YIA, Badan Otorita Borobudur (BOB), pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata menjadi kunci keberhasilan pengembangan Koridor JOGLOSEMAR.
Senada, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan InJourney Airports dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) terkait pembukaan pasar baru serta pengembangan rute penerbangan internasional. Dinas Pariwisata DIY juga siap memperkuat koordinasi dengan BOB dan pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung implementasi strategi tersebut.
Sementara itu, Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardiyanto Setyo Aji menilai keberhasilan akselerasi YIA tidak lagi ditentukan oleh pembangunan infrastruktur semata, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi. Untuk mempercepat implementasi, GIPI mengusulkan tiga quick wins, yakni penguatan konektivitas penerbangan internasional (Connectivity Push), pengembangan paket wisata terpadu Joglosemar Pass, serta promosi dan penjualan bersama melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, maskapai, dan pelaku industri pariwisata.
Melalui kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan, akselerasi YIA diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai gerbang pariwisata internasional Koridor JOGLOSEMAR sekaligus mengukuhkan Yogyakarta sebagai Cultural Heart of Java dalam jejaring pariwisata ASEAN. Optimalisasi kapasitas bandara diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, hotel, restoran, transportasi, ekonomi kreatif, jasa perjalanan wisata, serta membuka lebih banyak lapangan kerja. Dengan demikian, penguatan ekosistem YIA diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat DIY dan Jawa Tengah.
Humas Pemda DIY





