Beranda / Kesehatan dan Life Style / Saraf Kejepit, Terapi Dengan Renang

Saraf Kejepit, Terapi Dengan Renang

Saraf terjepit atau dalam medis disebut sebagai Hernia Nucleus Pulposus, adalah suatu kondisi ketika bantalan antar tulang belakang terjepit oleh tulang-tulang belakang yang berada di atas dan bawahnya dimana dapat menimbulkan keluhan seerti yang anda alami.

Kondisi ini umumnya dapat mengalami perbaikan dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, namun selama itu, sang penderita tidak disarankan untuk melakukan aktivitas berat. Obat-obatan yang diberikan hanya bertujuan untuk meringankan gejala yang ditimbulkan, dan jika keluhan tidak mengalami perbaikan baik dengan menggunakan obat-obatan, maka mungkin saja memerlukan terapi lebih lanjut ke dokter spesialis ortopedi untuk tindakan operatif.

Untuk olahraga berenang sendiri, memang merupakan salah satu olahraga yang disarankan untuk dilakukan oleh penderita saraf terjepit dikarenakan olahraga ini termasuk ke dalam olahraga aerobik tetapi dapat membantu meringankan beban pada tulang belakang selama olaharag dilakukan, serta dapat memperkuat otot-otot punggung untuk mencegah terjadinya perburukan saraf terjepit tersebut. Olahraga ini tidak bertujuan untuk menyembuhkan saraf terjepit yang terjadi, hanya membantu untuk mengurangi keluhan.

Berdasarkan penelitian, melakukan olaharaga renang selama 2x atau lebih dalam seminggu dapat mengurangi keluhan secara cukup berarti, namun tidak ada acuan khusus berapa lama anda disarankan untuk melakukannya. Disarankan untuk melakukan olaharag renang semampunya, dan hentikan jika keluhan mulai timbul atau anda sudah lelah.

Meskipun baik bagi penderita saraf terjepit, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama melakukan olahraga ini agar tidak memperberat atau memicu timbulnya keluhan seperti :

  • Meminimalisir gerakan pada daerah pinggang
  • Pilihlah gaya renang yangspine friendly seperti gaya bebas dan gaya punggung, hindari melakukan gaya dada atau gaya kupu-kupu

Jika anda merasa kesulitan, disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis rehabilitasi medis untuk membantu anda membuat program olahraga khusus bagi kondisi anda.

Semoga membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *