Foto: (Getty Images/Alessandro Sabattini)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Andrea Pirlo batal jadi pelatih Timnas Italia, setelah federasi sepakbola Italia (FIGC) mengetahui Pirlo jadi duta perusahaan judi. Pirlo buka suara!
Sepakbola Italia bak drama dalam hitungan hari ke belakang. Paolo Maldini yang ditunjuk jadi Direktur Teknik FIGC mundur usai gagal memilih pelatih baru.
Guardiola dan Ancelotti menolak. Andrea Pirlo pilihan terakhir ditunjuk, tapi pihak FIGC membatalkannya.
Atas batalnya Andre Pirlo, Paolo Maldini dan Leonardo Araujo selaku penasihat teknis mundur. Dilaporkan Sky Sports, ada desas-desus keretakan di dalam tuuh FIGC.
Soal Pirlo yang batal ditunjuk jadi pelatih, karena Pirlo jadi duta perusahaan judi asal Rusia, Fonbet. Di Italia, judi merupakan aktivitas ilegal di dunia olahraga.
Lewat media sosial pribadinya, Andrea Pirlo buka suara. Dirinya meluruskan kabar-kabar yang dirasa miring!
“Dalam beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat getir perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk menjabat sebagai pelatih tim nasional Italia,” bukanya.
“Karena menghormati lembaga-lembaga, Federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini. Namun, saya merasa berkewajiban untuk mengklarifikasi beberapa aspek,”
“Sepanjang karier saya, pertama sebagai pemain dan sekarang sebagai pelatih, saya selalu menjalankan aktivitas saya sepenuhnya sesuai dengan hukum negara tempat saya bekerja dan kontrak yang telah saya tandatangani. Kolaborasi profesional yang menjadi pusat kontroversi baru-baru ini muncul dalam konteks karier saya di Uni Emirat Arab dan semata-mata bersifat komersial dan olahraga,” paparnya.
Andrea Pirlo mengaku dirinya dipolitisasi. Pirlo berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo yang sudah mengontaknya, sebut mereka berdua punya profesionalitas yang tinggi!
“Saya ingin berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo atas penghargaan dan kepercayaan yang telah mereka tunjukkan kepada saya. Saya menyadari keahlian mereka, profesionalisme mereka, dan kecintaan yang selalu mereka curahkan kepada sepakbola Italia,” ungkapnya.
“Saya menyesal bahwa keputusan olahraga dengan cepat diseret ke dalam debat publik dan mengaitkan dengan politik, yang akhirnya mengaitkan diri saya kepada hal yang tidak tepat,” tutupnya.





