Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Semangat kebersamaan dan optimisme mewarnai peringatan Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang dirangkaikan dengan penutupan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Minggu (2/8). Momentum tersebut menjadi ajang memperkuat sinergi antara pelajar dan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam membangun generasi muda yang berkarakter, kreatif, serta peduli terhadap lingkungan dan budaya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengajak pelajar IPM tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadirkan berbagai gerakan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
“IPM jangan hanya menjadi organisasi pelajar, tetapi juga menjadi penggerak. Kami ingin kegiatan-kegiatan konkret yang bisa mengajak anak muda berkarya, menjaga lingkungan, melestarikan budaya, hingga menjadi pelopor gerakan anti-narkoba,” ujar Wawan.
Ia menuturkan, Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini tengah memperkuat pendidikan berbasis budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar. Salah satunya melalui program Sabtu Sinau yang dilaksanakan setiap Sabtu pagi dengan berbagai aktivitas seperti belajar bahasa Jawa, aksara Jawa, karawitan, hingga tembang Jawa.
“Budaya lokal harus kembali menjadi ruh pendidikan kita. Dengan local wisdom, anak-anak akan memiliki karakter dan budi pekerti yang kuat,” katanya.
Di sisi lain, Wawan mengingatkan pelajar agar menjauhi pergaulan negatif, terutama penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang kini semakin mudah diakses oleh kalangan remaja. Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan langkah-langkah pencegahan.

Menurutnya, IPM dapat mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mengedukasi pelajar agar terhindar dari narkoba sekaligus menghadirkan aktivitas positif yang mampu menjadi alternatif bagi anak muda.
“Kami berharap teman-teman IPM menjadi motor penggerak gerakan anti-narkoba. Anak-anak muda perlu lebih banyak ruang untuk berkegiatan yang positif daripada hanya nongkrong tanpa arah,” ujarnya.
Wawan juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan IPM. Ia mendorong pengurus IPM menyusun program-program nyata yang dapat disinergikan dengan berbagai agenda pemerintah, mulai dari pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, kepemudaan, hingga pemberdayaan ekonomi.
“Kami sangat terbuka. Kalau teman-teman punya ide dan program yang konkret, mari kita diskusikan bersama. Pemerintah Kota siap berkolaborasi agar gerakan anak muda semakin berdampak,” katanya.
Selain itu, ia juga mengajak pelajar memanfaatkan berbagai ruang publik yang dimiliki Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai wadah berkreasi, seperti Taman Pintar maupun Embung Giwangan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah IPM Kota Yogyakarta, Maulana Ramlan Hakim, mengatakan IPM terus berupaya menjadi organisasi yang memberikan dampak nyata bagi pelajar. Melalui berbagai program kaderisasi, organisasi tersebut membekali pelajar sejak jenjang sekolah dasar hingga menengah agar siap menjadi pemimpin masa depan.
Ia juga mengungkapkan harapannya untuk membangun Forum Pelajar Kota Yogyakarta yang melibatkan berbagai organisasi kepemudaan sehingga aspirasi pelajar dari berbagai sekolah dapat dihimpun dan disampaikan secara bersama.

“Kami ingin organisasi kepemudaan di Kota Yogyakarta bisa bersinergi melalui Forum Pelajar Kota Yogyakarta. Harapannya, teman-teman pelajar memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan bersama-sama membangun kota,” ujar Maulana.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penutupan Fortasi 2026 yang mengusung tema Gembira Berkarya. Fortasi menjadi wadah bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi melalui berbagai kegiatan edukatif dan kompetisi.
Beragam perlombaan digelar selama Fortasi, mulai dari voli pantai, Jelajah Pengetahuan Yogyakarta, estafet permainan tradisional, hingga berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kepemimpinan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal kepada para pelajar.


