Doa hari lahir atau weton dalam tradisi Jawa dikenal sebagai ritual Among-among. Doa ini ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memohon doa restu kepada Kyai Among dan Nyai Among (lambang leluhur atau penjaga kelahiran) agar yang bersangkutan diberi keselamatan, kemuliaan, dan budi pekerti luhur.
Makna dan Tujuan Doa Weton
- Rasa Syukur: Mengucapkan terima kasih karena telah diberi umur panjang hingga siklus 35 hari sekali (weton).
- Permohonan Keselamatan: Meminta perlindungan dari marabahaya.
- Penghormatan Leluhur: Mengingat jasa leluhur yang menurunkan garis keturunan.
Bacaan Doa Among-Among (Weton)
Biasanya doa ini dibaca saat tradisi menyajikan nasi ambeng atau jajanan pasar (pisungsung):
“Kyai Among, Nyai Among, ngaturaken pisungsung kagem para leluhur ingkang sami nurunaken jabang bayine [sebut nama orang yang berulang tahun/weton], mugi tansah kersa njangkung lan njampangi lampahipun, dados lare/tiyang ingkang tansah hambeg utama, wilujeng rahayu, mulya, sentosa lan raharja.Wilujeng rahayu kang tinemu, bondho lan bejo kang teko. Kabeh saka kersaning Gusti.”
Arti Doa dalam Bahasa Indonesia
“Kyai Among dan Nyai Among, perkenankan kami menghaturkan persembahan/syukuran untuk para leluhur yang menurunkan [sebut nama]. Semoga selalu membimbing dan mengarahkan setiap langkahnya, agar menjadi orang yang berbudi pekerti luhur, selamat, rahayu, mulia, sentosa, dan bahagia.Selamat dan keselamatan yang didapat, rezeki serta keberuntungan yang datang, semuanya atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa.”





