Kegiatan sedekah yang dilakukan sesuai adab yang benar akan menyempurnakan amalan sunnah tersebut dihadapan Allah SWT. Oleh karena itu, berikut ini lafal niat sedekah, waktu terbaik hingga cara mengamalkan sedekah dengan benar
Bacaan Niat Sedekah
Lafal bacaan doa sedekah pada umumnya yang bisa dilantunkan ketika bersedekah selain di waktu subuh ataupun setelah melafalkan niat subuh sebagai berikut:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Rabbanā taqabbal minnā innaka antas samī‘ul ‘alīmu (Surat Al-Baqarah ayat 127).
Artinya: “Tuhan kami, terimalah persembahan dari kami. Sungguh Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui.” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 408).
Sementara itu, untuk lafal niat sedekah subuh adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ التَّقَرُّبَ اِلَى اللهِ تَعَالَى وَاتِّقَاءَ غَضَبِ الرَّبِّ جل جلاله وَاتِّقَاءَ نَارِ جَهَنَّمَ وّالتَّرَحُّمَ عَلَى الاخْوَانِ وَصِلَةَ الرَّحِمِ وَمُعَاوَنَةَ الضُّعَفَاءِ وَمُتَابَعَةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَاِدْخَالَ السُّرُوْرِ عَلَى اْلاِخْوَانِ وَدَفْعِ البَلاَءِ عَنْهُ وَعَنْ سَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلاِنْفاَقَ مِمَّا رَزَقَهُ الله وَقَهْرَ النَّفْسِ وَالشَّيْطَانِ
Nawaitut taqoruba ilallahi ta’ala wattiqoaa ghadlabir rabbi jalla jalaluhu wattiqoa nari jahannama wattarakhkhuma ‘ala ikhwani wa shilatur rahimi wa mu’awanatadh dlu’afai wa mutaba’atan nabiyyi shallallahu ‘alaihi wa sallama wa idkholas sururi ‘alal ikhwani wa daf’il balai ‘anhu wa ‘an sairil muslimina wal infaqo mimma razaqohullahu wa qohran nafsi wasy syaithoni.
Artinya: “Aku niat (bersedekah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka Tuhan, menghindari api neraka jahannam, berbelas kasih kepada saudara dan menyambung silaturahmi, membantu orang-orang yang lemah, mengikuti Nabi SAW, memasukkan kebahagiaan pada saudara, menolak turunnya dari mereka dan semua kaum muslimin, menafkahkan rizki yang diberikan oleh Allah, dan untuk mengalahkan nafsu dan setan.”
Keutamaan Sedekah Bulan Ramadan
Melaksanakan amalan sunnah sedekah di bulan Ramadan lebih dari sekadar beribadah mengharapkan balasan Allah SWT saja. Bahkan anjuran sedekah bulan Ramadan dikatakan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata: “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan,” (HR. Tirmidzi).
Dalam hadits lain disebutkan pula keutamaan bersedekah di bulan Ramadan. Dalam hadits Bukhari dan Muslim disebutkan:
Dari sahabat Ibnu Abbas: Rasulullah SAW ialah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan Ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadan,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Lebih spesifik lagi, berikut ini keutamaan-keutamaan dan pahala sedekah di bulan Ramadan.
Keutamaan Sama Seperti Ibadah Wajib di Bulan Lain
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang besar dan penuh keberkahan, yakni bulan di mana ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Bulan di mana Allah SWT menjadikannya puasa menjadi kewajiban dan salat malam di malam hari menjadi amalan sunnah.
Maka, barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan perkara kebajikan di dalamnya maka samalah Ia dengan orang yang menunaikan ibadah wajib di bulan yang lain.
Dan barangsiapa yang menunaikan amalan wajib di dalamnya maka samalah dia dengan orang yang mengerjakan 70 amalan wajib di bulan lain. Ramadan itu bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga,” (HR Ibnu Khuzaimah).
Pahala Sedekah di Bulan Ramadan
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang berpuasa meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena taat pada perintah-Ku. Puasa adalah untukKu (Allah) dan Aku akan memberikan balasannya, sedang suatu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat gandanya,” “HR. Bukhari).
Dalam riwayat hadits lain pun disebutkan hal demikian.”Bahwa setiap amal perbuatan anak Adam yakni manusia itu, yang berupa kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh kalinya sehingga tujuh ratus kali lipatnya. …,” (HR. Muslim).
Sedekah Sering Dilakukan Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadan
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa,
“Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan Ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadan.”
Ganjaran Pahala Seperti Orang Berpuasa
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang berpuasa sedikit pun,” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).
Keutamaan Surga Melalui Amalan Sedekah
Anda yang rutin melakukan sedekah, apalagi sedekah di bulan Ramadan, maka berkesempatan mendapatkan keutamaan masuk surga melalui pintu sedekah atau Baab Ash Shodaqoh.
Dalam satu hadits riwayat Bukhari tertulis, “Barangsiapa yang termasuk ahli sedekah, niscaya Ia dipanggil (masuk surga) dari pintu sedekah.”
Cara Mengamalkan Sedekah dengan Benar
Selain melafalkan doa dan niat sedekah dalam hati, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika akan melakukan amalan sunnah sedekah. Pertama memperhatikan waktu terbaik bersedekah. Terdapat tiga waktu terbaik untuk sedekah, di antaranya:
-
Melakukan amalan sedekah ketika kondisi tubuh sehat dan tidak sekarat atau menjelang kematian.
-
Melakukan amalan sedekah saat Anda berambisi ingin punya banyak uang dan kaya raya.
-
Melakukan sedekah apabila sedang merasa atau dalam kondisi takut miskin. Misalnya sewaktu Anda kehilangan pekerjaan atau usaha sedang sepi.
Kemudian rahasiakan kegiatan sedekah ini dari siapapun. Pastikan hanya Anda, penerima sedekah dan Allah SWT yang tahu Anda sudah melakukan ibadah sedekah.





