Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG telah menutup area gap yang terbentuk pada perdagangan Selasa. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi indeks untuk kembali melanjutkan penguatan.
Dalam skenario optimistis, Herditya melihat IHSG saat ini berada pada fase wave v dari wave (c) dalam pola wave (iv). Berdasarkan analisis tersebut, IHSG berpeluang bergerak naik menuju kisaran 6.512-6.544.
“Hal tersebut berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.512-6.544,” jelas Herditya dalam risetnya.
Meski demikian, peluang pelemahan masih terbuka. Herditya menilai IHSG berpotensi kembali terkoreksi apabila indeks telah menyelesaikan wave (a) dalam pola diagonal.
Dalam skenario tersebut, IHSG diperkirakan dapat turun ke kisaran 6.056-6.230 untuk membentuk wave (b).
Dengan demikian, pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis akan menjadi perhatian investor untuk melihat apakah indeks mampu melanjutkan pemulihan atau justru kembali mengalami tekanan.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menambahkan, IHSG pada perdagangan Rabu (19/8/2026) turun 0,86%. Pelemahan tersebut juga diikuti aksi jual bersih (net sell) investor asing sekitar Rp488 miliar.
“IHSG kemarin ditutup turun 0,86%, disertai dengan net sell asing sekitar Rp488 miliar,” ujar Fanny dalam risetnya.
Sejumlah saham menjadi sasaran utama aksi jual investor asing. Saham tersebut antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
Meski tekanan jual asing masih terjadi, Fanny memperkirakan IHSG memiliki peluang untuk kembali menguat pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpotensi rebound kembali hari ini,” katanya.
Untuk perdagangan selanjutnya, BNI Sekuritas memperkirakan area 6.330-6.360 menjadi level support IHSG. Sementara itu, area 6.430-6.500 menjadi level resistance yang perlu diperhatikan investor.





