Beranda / Nasional Dan Internasional / Iran: Saatnya Akhiri Perang dengan AS ketika Teheran Lebih Kuat

Iran: Saatnya Akhiri Perang dengan AS ketika Teheran Lebih Kuat

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Iranian Presidential Office/AFP)

 

Teheran,REDAKSI17.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kini sudah saatnya mengakhiri perang di Timur Tengah yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dengan Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan, Teheran saat ini berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan Washington.

“Lebih baik kita mengakhiri perang sekarang karena kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat,” ujar Pezeshkian pada Jumat (21/8/2026) waktu setempat, mengutip The Strait Times, Sabtu (22/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian di tengah kebuntuan perundingan antara Iran dan AS dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menekankan tidak ada perundingan yang tengah berjalan atau dijadwalkan dengan Iran.

Teheran masih menutup sebagian Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia. Sementara itu, Washington terus melakukan blokade angkatan laut terhadap Iran sebagai tindakan balasan.

Pezeshkian juga mengeklaim posisi Iran semakin kuat dalam perang melawan AS karena mendapat pengakuan dari masyarakat internasional.

“Seluruh dunia mengakui kemenangan kita dan menekankan AS telah menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur kita dengan melanggar semua peraturan dan dibenci di seluruh dunia,” tegasnya.

Nota kesepahaman “Memorandum of Islamabad” yang disepakati dengan AS pada Juni lalu yang bertujuan mengakhiri perang, ditekankan Pezeshkian, tidak menunjukkan kekalahan ataupun bentuk Iran menyerahkan diri pada AS.

“AS bahkan tidak dapat menemukan satu pun klausul dalam perjanjian ini yang menunjukkan penyerahan diri. Semua komitmen menyangkut pihak lain,” kata Pezeshkian.

Sementara itu, di tengah klaim Iran yang menyebut negaranya berada dalam posisi yang lebih kuat, AS justru berencana meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui penerapan sanksi ekonomi baru.

Trump, pada Rabu (19/8/2026), bahkan memperingatkan keras negara-negara dan perusahaan yang membantu Iran akan menghadapi tekanan ekonomi berat dari Washington.

“Saya juga mengumumkan setiap negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar,” seru Trump.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *