Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Harga Minyak Dunia Melonjak Dipicu Ancaman Sanksi AS Terhadap Iran

Harga Minyak Dunia Melonjak Dipicu Ancaman Sanksi AS Terhadap Iran

Jakarta,REDAKSI17.COM – Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan pada perdagangan Jumat (21/8/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi kepada mitra dagang Iran. Langkah Washington tersebut memicu kekhawatiran pasar akan pengetatan pasokan global dalam beberapa pekan mendatang.

Dilansir dari Investor Daily, patokan minyak mentah global Brent ditutup menguat 61 sen atau 0,65 persen ke level US$94,39 per barel. Pada saat yang sama, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 23 sen atau 0,26 persen menjadi US$87,06 per barel. Secara mingguan, harga Brent melonjak 6,39 persen dan WTI menguat 5,66 persen.

Ancaman sanksi baru dari Amerika Serikat ditanggapi langsung oleh pelaku pasar minyak global yang memperhitungkan potensi hambatan distribusi.

“Sanksi menjadi satu-satunya hal yang mampu membuat Iran tunduk,” kata John Kilduff, Partner di Again Capital.

Eskalasi ketegangan meningkat setelah Iran memperingatkan akan memberikan respons ‘menghancurkan’ atas ancaman sanksi keuangan terberat dalam sejarah yang dirancang AS. Di sisi lain, pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz turut memperketat arus pasokan energi.

Data pelacak kapal Kpler mencatat hanya ada tujuh kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Kamis (20/8/2026), atau menyusut separuh dari hari sebelumnya. Sebelum konflik memanas, jalur strategis tersebut melayani seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Meski gangguan di Selat Hormuz membayangi pasar, sejumlah analisis menilai ada penyeimbang dari sumber pasokan lain.

Analisis dari Empire FX Crispus Nyaga menilai dampak langsung terhadap pasokan sejauh ini masih terbatas karena ekspor Iran sudah tertekan blokade angkatan laut AS. Namun, insiden pelayaran serta aksi balasan berpotensi memperburuk situasi pasar energi.

Sementara itu, Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn memaparkan pasar mulai memanfaatkan jalur alternatif untuk menopang pasokan global.

Menurut Flynn, keberadaan pipa minyak, kapal pengangkut, peningkatan produksi shale AS, pemulihan bertahap produksi Venezuela, serta pasokan dari Uni Emirat Arab membantu menjaga ketersediaan minyak di pasar internasional.

Kenaikan harga minyak juga didorong pembatasan produksi dari produsen utama seperti Arab Saudi, Irak, UEA, dan Kuwait. Penawaran minyak mentah Iran ke China turut menurun di tengah naiknya harga jual, sementara militer Ukraina dilaporkan menyerang kilang minyak Rusia di Perm yang berada lebih dari 1.600 kilometer dari perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *