Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Program kepemimpinan bagi generasi muda, Gerak Dampak Academy (GDA), resmi dibuka di Kabupaten Gunungkidul. Program ini merupakan inisiasi kolaboratif antara organisasi Gunungkidul Menginspirasi dan Indika Foundation, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Balai Pendidikan Menengah Provinsi DIY.
Acara pembukaan yang berlangsung pada hari Minggu, (30/8/2026) di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, perwakilan Balai Dikmen DIY, serta perwakilan Indika Foundation secara daring.

Joko Susilo, mewakili tim pelaksana Gerak Dampak Academy Yogyakarta, dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini mengusung tema “Kesetaraan untuk Semua”. Tema ini dipilih sebagai respons terhadap tantangan kompleks akses pendidikan bagi anak muda di Gunungkidul. Dari sekitar 400 kandidat se-Indonesia, Gunungkidul Menginspirasi berhasil terpilih menjadi salah satu dari 20 organisasi pelaksana, dan satu dari dua organisasi yang mewakili wilayah Yogyakarta.
“Program ini adalah ruang partisipasi bermakna bagi orang muda untuk tidak hanya mengkritisi, tetapi juga terlibat langsung menyelesaikan tantangan pembangunan manusia,” ujar Josu panggilan akrabnya. Sebanyak 130 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dan perwakilan organisasi kepemudaan dari 35 sekolah menengah atas sederajat di Gunungkidul turut berpartisipasi dalam rangkaian bootcamp ini.
Perwakilan Indika Foundation, Mutia Dinda Melisa, menjelaskan bahwa GDA bertujuan untuk memperkuat kapasitas, menumbuhkan motivasi, dan membuka kesempatan bagi kaum muda untuk menjadi pemimpin dan agen perubahan. Fondasi utama pembelajarannya adalah Kurikulum Harmoni, yang mengajarkan nilai-nilai kewargaan dunia (global citizenship), perdamaian, dan pembangunan.

“Melalui kurikulum ini, teman-teman akan belajar tujuh nilai perdamaian, termasuk harga keberagaman, regulasi emosi, keterbukaan pikiran, hingga integritas,” jelas Dinda. Selain itu, Indika Foundation juga memperkenalkan pilar pengembangan talenta global melalui program Langkah Global ID untuk memberikan wawasan bagi mereka yang tertarik berkarir di luar negeri, khususnya Jepang.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Salah satunya, Erisa Aura dari MA Darul Quran, mengungkapkan bahwa motivasinya bergabung adalah untuk mengasah kemampuan memimpin agar dapat ia bagikan di lingkungan pondok pesantrennya. Senada dengan itu, peserta lain menyatakan ketertarikannya pada bidang kepemudaan untuk memberikan dampak positif bagi edukasi di daerahnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dan gagasan segar dari anak muda.
“Saya tidak ingin anak-anak muda kita tidak berani bicara, tidak berani bermimpi. Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini berada,” tegas Bupati Endah. Ia juga memotivasi para peserta dengan menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan, mulai dari menjadi perantau dengan gaji kecil hingga akhirnya menjadi pemimpin daerah melalui proses kegagalan yang berulang.
Setelah fase mini bootcamp, para peserta yang terpilih akan melanjutkan perjalanan belajar melalui intensive course dan learning journey. Mereka akan belajar langsung di lapangan bersama komunitas penghayat dan sanggar seni untuk memahami konteks lokal (place-based knowledge).
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi kemajuan Kabupaten Gunungkidul.


