Washington,REDAKSI17.COM – Perang Iran tidak hanya memicu ketegangan antara Washington dan Teheran. Konflik tersebut memicu keretakan para pendukung Donald Trump di Amerika Serikat.
Tucker Carlson yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu figur penting di lingkaran konservatif pendukung Trump kini justru melontarkan kritik keras terhadap kebijakan perang pemerintahan Trump.
Bahkan, Carlson mengatakan Trump seharusnya segera dicopot dari jabatannya jika mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir dalam konflik dengan Iran.
“Begitu seorang presiden secara aktif mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir pertama kali, orang tersebut harus segera dicopot dari jabatannya,” kata Carlson saat berbicara dengan Joe Kent, mantan direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, dikutip Tribun Style dari Al Mayadeen pada Jumat (4/9/2026).
Menurut Carlson, kemungkinan penggunaan nuklir merupakan batas yang tidak boleh dilewati seorang presiden Amerika Serikat.
Ia menilai keputusan untuk menggunakan senjata tersebut bukan sekadar persoalan strategi perang, tetapi menyangkut risiko terhadap umat manusia secara keseluruhan.
“Karena itu harus menjadi garis merah, menghancurkan seluruh umat manusia dengan serangan nuklir,” ujarnya.
Sikap Carlson menjadi sorotan karena hubungannya dengan Trump sebelumnya cukup dekat. Carlson juga pernah menyatakan dirinya sangat menentang dua upaya pemakzulan terhadap Trump ketika presiden AS tersebut menjalani masa jabatan pertamanya.
Namun, posisi Carlson terhadap perang Iran membuat hubungan keduanya semakin renggang.
Carlson mempertanyakan mengapa standar yang pernah ia gunakan untuk membela Trump tidak berlaku ketika muncul kemungkinan seorang presiden mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir.
“Mengapa tidak ada upaya untuk segera mencopotnya dari jabatannya?” kata Carlson.
Ia bahkan menilai siapa pun yang membiarkan pembicaraan mengenai penggunaan nuklir semacam itu berlangsung sudah tidak layak memegang jabatan.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan semakin terbukanya perpecahan di antara kelompok konservatif Amerika Serikat mengenai kebijakan luar negeri Trump.
Kekhawatiran Carlson muncul ketika pemerintah AS disebut tengah mengembangkan berbagai pilihan strategi nuklir.




