WASHINGTON,REDAKSI17.COM– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat menyatakan akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mencatat surplus perdagangan terhadap AS, jika bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) tidak memangkas suku bunga.
Seperti dikutip Reuters pada Jumat (04/09/2026), pernyataan tersebut kembali mempertegas tekanan Trump terhadap The Fed agar segera menurunkan suku bunga.
Trump menilai tingkat suku bunga yang tinggi menempatkan AS pada posisi yang tidak menguntungkan dalam perdagangan internasional.
“Suku bunga tinggi menempatkan AS pada kerugian yang sangat tidak adil, dan saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi!” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Dalam unggahannya, Trump juga menyerukan agar AS memiliki tingkat suku bunga terendah dibandingkan negara lain. Ia bahkan mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mengalami surplus perdagangan terhadap AS jika The Fed tidak menurunkan suku bunga.
“Kita seharusnya memiliki SUKU BUNGA TERENDAH dari negara mana pun di Dunia … TURUNKAN SUKU BUNGA ATAU SAYA AKAN BERHENTI BERDAGANG DENGAN NEGARA-NEGARA DI MANA KITA MENGALAMI DEFISIT,” tulisnya.
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari yang sama ketika Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS) merilis data ketenagakerjaan terbaru.
Data penciptaan lapangan kerja pada Agustus tercatat lebih kuat dari perkiraan awal. Kondisi tersebut justru membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir bulan ini, alih-alih memperkirakan pemangkasan suku bunga.
Tekanan Trump terhadap The Fed untuk memangkas suku bunga telah berulang kali disampaikan dalam beberapa kesempatan. Namun, keputusan mengenai kebijakan moneter tetap berada di tangan bank sentral AS.(





