Reuters pada Sabtu, 5 September 2026 melaporkan, dokumen Federal Election Commission (FEC) menunjukkan separuh dana itu, yakni 5 juta dolar AS, akan digunakan untuk iklan negatif yang menyerang kandidat Demokrat James Talarico. Sementara 5 juta dolar AS lainnya digunakan untuk iklan positif bagi Paxton. Pengeluaran tersebut merupakan belanja pertama MAGA Inc. untuk pertarungan pemilihan umum musim gugur menjelang pemilu paruh waktu November.
Langkah itu menjadi penting karena pertarungan Paxton dan Talarico tidak lagi dipandang sebagai kontestasi biasa di negara bagian yang selama ini relatif aman bagi Partai Republik. Reuters menyebut persaingan di Texas termasuk dalam sejumlah pemilihan yang dinilai krusial dalam menentukan siapa yang akan menguasai Senat AS, tempat Partai Republik saat ini memegang keunggulan 53 berbanding 47 kursi.
Trump sendiri telah memberi sinyal bahwa pengeluaran 10 juta dolar AS tersebut baru merupakan awal. Dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat, 4 September 2026, Trump mengatakan dirinya siap menggunakan dana jauh lebih besar untuk membantu kandidat-kandidat Republik.
“Saya akan mengeluarkan berapa pun jumlah uang yang diperlukan untuk mencoba membantu kami,” kata Trump, sebagaimana dilaporkan Associated Press pada Sabtu, 5 September 2026.
Reuters pada Jumat, 4 September 2026 sebelumnya melaporkan Trump berencana menggelontorkan antara 400 juta hingga 500 juta dolar AS dari dana MAGA Inc. untuk membantu Partai Republik dalam pemilu paruh waktu. Trump menyebut super PAC tersebut memiliki dana mendekati satu miliar dolar AS.
Besarnya dana itu menempatkan MAGA Inc. sebagai salah satu mesin finansial paling kuat dalam politik Amerika menjelang pemilu November. Namun, selama beberapa bulan terakhir muncul kegelisahan di kalangan Republik karena Trump dinilai belum cukup cepat membuka keran dana tersebut.
Associated Press pada Selasa, 1 September 2026 melaporkan, MAGA Inc. memiliki lebih dari 403 juta dolar AS dalam bentuk dana tunai pada akhir Juli, jumlah yang melampaui kas komite-komite utama partai. Namun sebagian besar uang tersebut belum digunakan untuk pertarungan pemilu yang kompetitif.
Kegelisahan itu semakin kuat karena waktu menuju pemilu semakin sempit. Ruang iklan di televisi maupun kanal digital semakin mahal dan terbatas, sementara sejumlah kandidat Republik menghadapi persaingan ketat di negara-negara bagian yang sebelumnya dianggap lebih aman.
Texas menjadi salah satu perhatian terbesar. Trump sebelumnya memberikan dukungan kepada Paxton dalam pemilihan pendahuluan Republik dan membantu Jaksa Agung Texas itu mengalahkan senator petahana empat periode John Cornyn pada putaran kedua Mei 2026.
Namun kemenangan Paxton dalam internal Republik justru membuka pertarungan baru. Associated Press menyebut pencalonannya membuat kursi Texas yang sebelumnya dipandang aman bagi Republik berubah menjadi kompetisi yang berpotensi sangat ketat.
Masalah terbesar Paxton salah satunya datang dari kesenjangan pendanaan. Associated Press pada Selasa, 1 September 2026 melaporkan Talarico telah mengumpulkan lebih dari 68,5 juta dolar AS, sedangkan Paxton sekitar 9 juta dolar AS. Pada akhir Juni, Talarico masih memiliki dana tunai lebih dari 21,5 juta dolar AS, jauh di atas Paxton yang memiliki sekitar 1,75 juta dolar AS.
Situasi itulah yang membuat suntikan dana MAGA Inc. menjadi sangat berarti. Kehadiran 10 juta dolar AS memungkinkan kubu Paxton memperluas kampanye iklan sekaligus menyerang kelemahan Talarico menjelang fase penentuan.
Tema utama serangan MAGA Inc. adalah pajak. Iklan yang disiapkan kelompok tersebut berusaha menggambarkan Talarico sebagai kandidat yang akan menaikkan pajak secara luas, sementara Paxton ditampilkan sebagai sosok yang menawarkan keringanan pajak bagi keluarga dan pembeli rumah pertama.
“High Tax Talarico ingin mengambil uang dari kantong warga Texas,” kata juru bicara MAGA Inc. Alex Pfeiffer, sebagaimana dikutip Associated Press pada Sabtu, 5 September 2026.
Kubu Talarico membantah keras narasi tersebut. Mereka menilai kelompok-kelompok politik yang didukung miliarder berusaha menggambarkan kandidat Demokrat itu secara menyesatkan.
“Kelompok dark money yang didukung miliarder berbohong tentang James Talarico,” kata juru bicara kampanye Talarico JT Ennis, sebagaimana dilaporkan Associated Press pada Sabtu, 5 September 2026.
Tim Talarico juga menyatakan kandidat mereka pernah mendukung pemotongan pajak properti terbesar dalam sejarah Texas dan secara konsisten memilih kebijakan yang menurunkan pajak bagi pekerja di negara bagian tersebut.
Pertarungan Texas semakin penting karena hasilnya dapat menjadi indikator seberapa jauh Demokrat mampu memperluas peta elektoral mereka. Texas selama beberapa dekade menjadi salah satu benteng utama Republik dalam pemilu nasional.
Pada Pemilu Presiden 2024, Trump mengalahkan Kamala Harris di Texas dengan selisih sekitar 14 poin persentase. Namun, situasi pemilu paruh waktu berbeda karena kandidat presiden tidak berada di surat suara dan antusiasme pemilih sering kali berubah signifikan.
Associated Press menilai ketidakpuasan publik terhadap penanganan ekonomi dan perang Iran menjadi tantangan tambahan bagi kandidat-kandidat Republik. Secara historis, partai yang menguasai Gedung Putih juga cenderung kehilangan kursi dalam pemilu paruh waktu.
Karena itu, pengeluaran MAGA Inc. di Texas memiliki makna lebih luas daripada sekadar menyelamatkan Paxton. Keputusan tersebut menjadi ujian pertama apakah Trump benar-benar akan menggunakan cadangan dana politiknya yang sangat besar untuk mempertahankan kontrol Republik atas Kongres.
Tekanan dari internal Republik sebelumnya bahkan disampaikan secara terbuka. Senator Republik dari Louisiana John Kennedy mengatakan kepada Fox News bahwa partainya membutuhkan bantuan langsung dari Trump.
“Kami membutuhkan bantuan dari presiden,” kata Kennedy, sebagaimana dikutip Associated Press dalam laporan Selasa, 1 September 2026.
Dengan pemilu tinggal sekitar dua bulan, pengeluaran 10 juta dolar AS untuk Texas memperlihatkan MAGA Inc. akhirnya mulai bergerak. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Trump akan mengeluarkan uang, melainkan seberapa besar dana yang benar-benar akan ia kerahkan untuk mempertahankan dominasi Republik di Senat dan mencegah Demokrat merebut kembali kendali Kongres.





