“Gila sih, bahkan aktivis senior bikin narasinya makzulkan Gibran, sementara Prabowo dibikin untouchable, Gibran lah perusaknya,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (8/9).
Ia menambahkan, kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024 lalu tidak mungkin terjadi tanpa Gibran dan pihak yang mendukungnya.
“Prabowo tanpa Gibran (dan siapa di belakangnya) juga gak bakalan menang kemarin itu. Catatan: gua nggak sama sekali pro Gibran,” tegasnya.
Sebagai informasi, gerakan pemakzulan Gibran tidak hanya digerakkan oleh aktivis sipil senior, tetapi juga dipelopori secara terorganisasi oleh kelompok jenderal purnawirawan TNI dan Polri.
Narasi ini mencuat setelah Forum Purnawirawan TNI-Polri (FPP TNI) secara terbuka menyuarakan tuntutan tersebut. Mereka bahkan telah mengirimkan surat resmi ke DPR dan MPR, menilai pencalonan Gibran melanggar batas usia melalui putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90, yang dianggap sarat nepotisme.
Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait kemampuan, kompetensi, serta potensi gangguan stabilitas politik bagi pemerintahan ke depan.
Meski surat usulan pemakzulan dikonfirmasi sudah diterima Sekretariat Jenderal DPR, proses politiknya di Senayan masih mandek dan belum dibahas secara resmi oleh fraksi-fraksi.





