Ganjar, alih-alih ikut masuk dalam spekulasi mengenai pertarungan politik lima tahun mendatang, justru mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak kehilangan fokus terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.
“PR besar untuk semua elemen bangsa hari ini masih sangat banyak, mari kita konsentrasi pada penanganan bencana yang datang bertubi-tubi,” kata Ganjar, dikutip Rabu (9/9/2026).
Ganjar menilai mobilisasi sumber daya harus segera dilakukan untuk menghadapi berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menurut dia, negara masih memiliki kewajiban memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, mulai dari korban gempa hingga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi belakangan ini di Indonesia.
“Perlu segera dipadamkan. Kekeringan dan kesulitan air bersih perlu segera dibantu karena kemungkinan kemarau ini akan panjang,” ujar Ganjar.
Persoalan kekeringan menjadi perhatian tersendiri karena dampaknya dapat meluas ke kebutuhan dasar masyarakat. Kesulitan memperoleh air bersih juga dapat memperberat kondisi warga di wilayah yang sudah terdampak bencana maupun musim kemarau.
Selain gempa, karhutla, dan kekeringan, ia juga menyoroti aktivitas gunung berapi. Erupsi sejumlah gunung disebutnya turut menimbulkan dampak terhadap sektor lain sehingga membutuhkan respons cepat dari negara.
“Itulah masalah rakyat yang harus diurus hari ini,” tutur Ganjar.
Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan para pemegang kekuasaan bahwa jabatan politik bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki selamanya. Menurutnya, kekuasaan merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki batas waktu.
AHY menekankan bahwa prinsip tersebut harus menjadi pijakan dalam menjaga demokrasi Indonesia. Karena kekuasaan berasal dari rakyat, hak masyarakat untuk menentukan siapa yang dipilih maupun mencalonkan diri tidak boleh dihalangi.
“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih,” kata AHY.





