KOTAGEDE,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi inisiatif masyarakat RW 6 Bumen Kelurahan Purbayan yang membentuk dan mengukuhkan pengurus pokja Jam Belajar Masyarakat (JBM). Terutama untuk menggiatkan JBM di masyarakat. Langkah itu itu sejalan dengan Pemkot Yogyakarta yang sedang menghidupkan kembali JBM di beberapa kelurahan.
Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat dan PAUD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Siti Hidayati, mengatakan atas nama Pemkot Yogyakarta mengapresiasi inisiatif masyarakat RW 6 Bumen yang mengukuhkan pengurus JBM untuk menghidupkan kembali JBM Program JBM dari pukul 18.00-21.00 WIB sudah ada sejak lama dan diatur dengan Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan JBM.

“Ini membuat Kota Yogyakarta menjadi kota pelajar dan bermutu pendidikan dengan adanya kesadaran masyarakat untuk menanamkan budaya belajar kepada anak-anak. Jadi, Dinas Pendidikan mensupport sekali JBM dihidupkan kembali dengan inisiasi dari masyarakat seperti RW 6 Bumen,” kata Siti Hidayati saat pengukuhan JBM RW 6 Kebumen di Rumah Peradaban Prof Abdoel Kahar Moezakir, Jumat (11/6/2026).
Dia menyatakan Dindikpora Kota Yogyakarta siap memberikan dukungan nanti terkait JBM di RW 6 Bumen. Dindikpora Kota Yogyakarta akan berkolaborasi dengan pengurus JBM RW 6 Bumen, Purbayan. Inisiatif RW 6 Bumen itu juga sinergi dengan Dindikpora Kota Yogyakarta yang sedang menghidupkan kembali JBM di beberapa kelurahan. Hal itu sesuai program arahan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Dia menyebut ada empat kelurahan yang menjadi pilot project menghidupkan kembali JBM yakni Tahunan, Sorosutan, Tegaltrejo, dan Bumijo.

Di empat wilayah itu kami mencoba untuk pilot project JBM. Kami merekrut guru-guru kelas SD dan kami tempatkan di empat wilayah itu masing-masing dua. JBM diadakan setiap Senin sampai Kamis dari pukul 19.30 sampai dengan jam 20.30 WIB mulai September ini. Jadi, kita membangun budaya belajar untuk anak-anak,” terangnya.
Kegiatan JBM itu diadakan di kantor kelurahan balai RW dan balai RT. Dia menuturkan dalam kegiatan JBM itu, mengondisikan belajar anak karena sekarang saat JBM kadang-kadang anak-anak bermain, bermain handphone terutama. Menurutnya walaupun JBM hanya satu jam, tapi antusias masyarakat di empat wilayah itu luar biasa. Dicontohkan di Tahunan JBM diikuti 94 anak. Dia menegaskan pada tahap awal kegiatan menghidupkan kembali JBM menyasar anak-anak SD di empat kelurahan itu. Kemudian bertahap 4 kelurahan lain pada 2027.

“Kami berharap wilayah-wilayah lain bisa seperti yang diinisiasi RW 6 Kampung Purbayan ini. Yang namanya belajar anak adalah tanggung jawab peran orang tua dan masyarakat. Dan ini merupakan kolaborasi yang sangat baik,” papar Siti.
Pengukuhan Pengurus Pokja JBM RW 6 Bumen dilakukan oleh Lurah Purbayan, Komarijatul Chasanah. Dalam kesempatan itu juga diadakan workshop serta expo JBM dan program mahasiwa KKN tematik dari UII di wilayah Purbayan. Ketua Pengurus Pokja JBM RW 6 Bumen, Hendri, menceritakan upaya menghidupkan kembali JBM itu sejalan dengan yang dilakukan beberapa tokoh masyarakat selama ini mendampingi kegiatan anak-anak. Saat pandemi Covid-19 anak-anak salat jamaah di masjid lalu belajar bersama karena sekolah saat itu daring.

“Dulu di Kotagede ada Gemar Mengaji”, Gerakan Maghrib Mengaji. Maka kami gabungkan durasi waktunya lama. Jam 18.00 sampai jam 19.00 itu mengaji, jam 19.00 sampai jam 21.00 itu belajar. Tetapi kami belajarnya tidak rutin, kami hanya mendampingi saja. Istilah bahasa Jawa-nya “greteh” (peduli memberikan perhatian) dengan anak-anak. Saat ada program KKN kami meminta seminggu dua kali mendampingi anak-anak belajar di masjid,” jelas Hendri.
Sedangkan Ketua RW 6 Bumen Gatot Ngudiatmoko yang juga pembimbing pengurus pokja JBM RW 6 Bumen menyampaikan pengurus Pokja JBM mengingatkan dan mengajak anak-anak saat JBM belajar di rumah dan orang tua mendampingi serta membimbing. Karena menurutnya selama ini sebagian orang tua ada yang hanya menyuruh anak belajar tapi dibiarkan sendiri dan orang tua sibuk dengan handphone.

“Ya nanti ada beberapa tempat yang ditunjuk untuk belajar bisa di RTHP, di Balai RW, di taman bacaan dan tempat-tempat tertentu. Harapan kami dengan menghidupkan JBM ini anak-anak terutama remaja tidak main ke jalan ikut genk dan mencegah kejahatan jalanan,” tandas Gatot.



