Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Sekitar 21.000 warga Kota Yogya yang kehilangan akses BPJS PBI akibat perubahan desil kesejahteraan sosial yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menanggapi persoalan tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa Pemkot Yogya siap untuk mengcover pembiayaan peserta BPJS PBI yang dihapus menggunakan APBD melalui Jamkesda.
“Dinas Kesehatan sudah saya minta untuk menyiapkan anggaran dari Jamkesda atau APBD untuk njagani mereka yang terlempar dari desil rendah,” ujar Hasto kepada awak media, Jumat (28/8).
“Karena misalkan ada pasien cuci darah, masa mau kita setop? Itu tidak manusiawi,” lanjutnya.
Sampai saat ini, dari 21.000 warga yang kehilangan akses BPJS PBI, sudah ada sekitar 16.000 yang tertangani. Sedangkan 5.000 lainnya masih dalam proses ferivikasi faktual oleh Pemkot Yogya.
Artikel: Pandangan Jogja





