
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Noor Liesnani Pamela istri Almarhum Sunardi Syahuri meresmikan Gedung Sunardi Syahuri Islamic Center (SSIC) di Jalan Ipda Tut Harsono, Minggu (13/9/2026). Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi atas pembangunan dan peresmian gedung SSIC. Keberadaan SSIC diharapkan memberikan manfaat, terutama untuk dakwah dan kegiatan keagamaan umat Islam.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas pembangunan dan peresmian gedung SSIC. Termasuk Keluarga yang melanjutkan semangat almarhum Sunardi dalam kegiatan keagamaan dan istrinya Noor Liesnani Pamela dengan kegiatan sosial lewat Corporate Social Responsibility (CSR) Pamella seperti membantu program bedah rumah di Kota Yogyakarta. Kini ditambah dengan gedung SSIC akan semakin memberikan manfaat kepada masyarakat Islam.
“Gedung Sunardi Syahuri Islamic Center diresmikan hari ini. Saya percaya manfaatnya akan besar sekali, ” kata Hasto saat peresmian Gedung SSIC.

Gedung SSIC dibangun empat lantai di Jalan Ipda Tut Harsono, di selatan kompleks Balai Kota Yogyakarta. Gedung dilengkapi dengan fasilitas perkantoran, musala, perpustakaan, ruang rapat, hingga ballroom. Kehadiran gedung menjadi pusat dakwah dan kegiatan keagamaan Islam.
“Ini sebagai tempat yang sangat bermanfaat, yaitu Gedung Sunardi Syahuri Islamic Center. Saya dibisiki oleh putra-putra Bu Pamela bahwa nanti kalau manasik juga boleh di sini. Mudah-mudahan SSIC ini akan menjadi tempat yang barokah,” tambahnya.
Hasto mengenang almarhum Sunardi Syahuri sebagai sosok ulama dan pengusaha yang gigih dalam memajukan dakwah Islam tanpa membeda-bedakan latar belakang. Dicontohkan, saat Hasto menjabat Bupati Kulonprogo, almarhum Sunardi berperan dalam menyelesaikan pembangunan berbagai masjid dan pondok pesantren seperti Pesantren Ash-Shiddiqiyyah di Waduk Sermo serta pendirian SMA Abu Bakar di Kulon Progo. Hasto turut memuji Noor Liesnani Pamela yang melakukan peran sosial lewat CSR Pamella dalam membantu program bedah rumah di Kota Yogyakarta.
“Terima kasih membantu bedah rumah untuk masyarakat di Kota Yogyakarta ini. Sudah lima belas rumah yang diselesaikan tanpa APBD, tanpa APBN tapi oleh Pamela,” ucap Hasto.
Sementara itu mewakili keluarga almarhum Sunardi, Bangun Wahyu Aji Putra menyampaikan pendirian gedung SSIC bertujuan untuk mewarisi dan meneruskan rekam jejak dakwah almarhum Ustad Sunardi Syahuri di Yogyakarta. Dia menjelaskan di dalam gedung SSIC ini ada beberapa fasilitas ada perkantoran untuk Hasuna Tour Travel Umroh dan Haji, Kantor Multazam Dakwah dan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Selain itu menjadi dakwah dari Yayasan Muqtadin yang didirikan almarhum Sunardi.

“Tujuan dari didirikannya SSIC untuk meneruskan bagaimana dakwah beliau (almarhum Sunardi) sampai ke generasi penerus. Bagaimana kita mewarisi dakwahnya beliau dengan mendirikan gedung SSIC ini. Di sini ada beberapa meeting room kita berikan kesempatan untuk masyarakat Yogya yang mau memakai untuk pengajian. Free, tidak ada sewa tempat. Hanya mungkin nanti pengganti uang kebersihan karena kalau pengajian ada snack dan sebagainya,” jelas Bangun, putra menantu Almarhum Sunardi didampingi istrinya.
Pihaknya menegaskan usaha Toko Pamela yang digeluti Noor Liesnani salah satu tujuannya untuk menyukseskan dakwah almarhum Sunardi. Oleh sebab itu zakat, sedekah, infak, dan CSR menjadi sebuah bagian dari kehidupan usaha agar berkah dan memberikan maslahat bagi masyarakat.


