Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Di tengah denyut Kota Yogyakarta yang terus bergerak, ada aliran air yang bekerja dalam diam. Ia melintas di antara kampung, permukiman, jalan, dan ruang hidup warga. Kadang terlihat jelas dari jembatan, kadang tersembunyi di balik rapatnya bangunan. Namun keberadaannya selalu menjadi bagian dari perjalanan kota.
Tiga sungai membelah Yogyakarta dari utara menuju selatan. Sungai Winongo mengalir di sisi barat, Sungai Code berada di bagian tengah, sedangkan Sungai Gajah Wong mengalir di sisi timur. Ketiganya bukan sekadar bentang alam yang melintasi wilayah perkotaan, melainkan ruang yang menyimpan cerita tentang lingkungan, kehidupan masyarakat, dan hubungan manusia dengan alam.
Sungai Code menjadi salah satu sungai yang memiliki kedekatan kuat dengan kehidupan warga Kota Yogyakarta. Alirannya melewati kawasan perkotaan dan permukiman, membuat keberadaan sungai bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Di sepanjang bantaran, sungai menjadi saksi bagaimana warga membangun kehidupan di sekitarnya. Rumah, kampung, ruang interaksi, hingga berbagai aktivitas sosial tumbuh berdampingan dengan aliran air. Kedekatan tersebut menjadikan pengelolaan sungai bukan hanya persoalan teknis, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan tempat masyarakat hidup.
Penataan bantaran, kebersihan, keamanan kawasan, serta pemanfaatan ruang sekitar sungai membutuhkan keterlibatan bersama. Sungai yang terawat tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan ruang kota yang lebih nyaman dan berkelanjutan.
Di sisi barat kota, Sungai Winongo menghadirkan cerita tentang hubungan masyarakat dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Kawasan sepanjang alirannya menjadi ruang hidup berbagai kampung dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan sungai.
Berbagai upaya menjaga kebersihan, mengelola sampah, serta memberikan edukasi lingkungan menjadi bagian penting agar sungai tetap menjalankan fungsinya sebagai salah satu unsur ekosistem perkotaan. Kesadaran masyarakat menjadi kunci karena sungai tidak hanya berada di tengah kota, tetapi juga berada dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
Sementara itu, Sungai Gajah Wong di bagian timur Kota Yogyakarta memiliki potensi yang terus berkembang. Selain memiliki fungsi ekologis, kawasan di sekitar sungai dapat menjadi ruang edukasi lingkungan, ruang sosial masyarakat, serta potensi wisata berbasis komunitas.
Pengembangan kawasan sungai tentu perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi utama sungai. Daya tarik sebuah kawasan tidak hanya dilihat dari aktivitas yang tumbuh di sekitarnya, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam merawat lingkungan yang menjadi ruang bersama.
Sungai Bukan Sekadar Aliran Air
Selama ini sungai sering dipandang sebagai bagian belakang dari sebuah kota. Bangunan menghadap jalan, sementara sungai berada di sisi yang kurang mendapatkan perhatian. Padahal, sungai memiliki peran penting dalam membentuk wajah dan kualitas sebuah wilayah perkotaan.
Sungai membawa fungsi ekologis, tetapi juga menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai aktivitas masyarakat. Di dalamnya terdapat persoalan lingkungan, budaya, dan kehidupan warga yang saling berkaitan.
Karena itu, menjaga sungai bukan pekerjaan satu pihak. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan sungai tetap menjadi bagian yang sehat dari kehidupan kota.
Dalam konteks tersebut, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Yogyakarta memiliki ruang untuk ikut mengambil bagian. KIM tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang membantu membangun kepedulian melalui dokumentasi, edukasi, dan penyebarluasan informasi mengenai berbagai kegiatan lingkungan.
Informasi mengenai upaya masyarakat menjaga sungai dapat menjadi penghubung antara warga, komunitas, dan pemangku kepentingan. Dokumentasi kegiatan, cerita warga, serta berbagai praktik baik di sekitar sungai dapat memperkuat kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui informasi yang positif dan faktual, KIM turut mendukung penguatan potensi sungai sebagai ruang sosial, ruang edukasi, dan ruang wisata berbasis masyarakat. Salah satu unsur KIM yang terlibat dalam dokumentasi dan penyebarluasan informasi tersebut adalah Y. Tomy Pramono selaku Anggota KIM Kota Yogyakarta.
Tiga sungai yang mengalir di Kota Yogyakarta menyimpan lebih dari sekadar perjalanan air dari utara menuju selatan. Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong adalah bagian dari ekosistem kota, ruang hidup masyarakat, serta jejak hubungan panjang antara manusia dan lingkungan.
Menjaga sungai berarti menjaga lebih dari sekadar aliran air. Di dalamnya terdapat kualitas lingkungan, ketahanan kota, ruang interaksi masyarakat, serta harapan bagi generasi berikutnya.
Sebab sungai bukan halaman belakang kota.
Sungai adalah bagian dari wajah Yogyakarta yang tumbuh bersama kehidupan warganya dan perlu terus dijaga.
(Y. Tomy Pramono/KIM Kota Yogyakarta)





