Beranda / Daerah / Buka Akses Pasar Travel Agent, Dinpar Kulon Progo Gelar Table Top dan LGPDW 2026

Buka Akses Pasar Travel Agent, Dinpar Kulon Progo Gelar Table Top dan LGPDW 2026

Image Berita

KULON PROGO,REDAKSI17.COM — Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo menggelar ajang Table Top sekaligus Penganugerahan Lomba Gelar Potensi Desa Wisata (LGPDW) 2026 di Hotel Morazen, Temon, Kulon Progo, pada Jumat (18/9/2026). Perhelatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperluas jaringan pemasaran serta mendorong peningkatan kualitas tata kelola desa wisata di wilayah Kulon Progo.

Rangkaian acara diawali dengan sesi Table Top, sebutan untuk forum bisnis Business-to-Business (B2B) yang dirancang khusus mempertemukan penjual produk wisata (seller) dan pembeli (buyer) secara langsung. Dalam forum ini, sebanyak 30 pengelola desa wisata dan pelaku pariwisata Kulon Progo bertindak sebagai seller yang menempati meja-meja presentasi.

Mereka saling bertatap muka dengan 30 buyer yang terdiri dari biro perjalanan dan agen travel asal Jawa Tengah dan DIY. Dengan format negosiasi bisnis cepat berbatas waktu, para pengelola dapat memaparkan keunggulan paket wisata secara efisien agar tercipta kesepakatan bisnis di tempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, menjelaskan bahwa forum bisnis ini dirancang khusus untuk membuka akses pasar secara efisien sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.

“Desa wisata ini bisa langsung berkontribusi untuk ekonomi masyarakat karena melibatkan banyak orang. Lewat table top ini, kami mempertemukan pengelola dengan buyer dari Jateng dan DIY agar paket-paket wisata Kulon Progo dapat langsung diakses oleh dunia usaha,” ungkap Sutarman.

Dalam ajang LGPDW 2026, proses evaluasi dan penilaian dilakukan secara mendalam melalui borang khusus yang mencakup aspek administrasi, manajemen, hingga prinsip pariwisata berkelanjutan. Penilaian tersebut melibatkan tiga dewan juri ahli, yaitu Roswita dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Agus Kumarajati dari Forum Komunikasi Desa Wisata DIY, serta Fiandamasdino selaku akademisi dari STP AMPTA Yogyakarta.

Puncak acara pada malam hari diisi dengan pengumuman enam Desa Wisata Terbaik Kulon Progo 2026. Predikat Terbaik 1 berhasil diraih oleh Desa Wisata Tinalah, disusul Desa Wisata Sidorejo sebagai Terbaik 2, dan Desa Wisata Widosari sebagai Terbaik 3. Sementara itu, posisi Terbaik 4 ditempati oleh Desa Wisata Jatimulyo, Terbaik 5 diraih Desa Wisata Gulurejo, dan Desa Wisata Hargotirto menutup daftar penerima penghargaan di posisi Terbaik 6.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Triyono, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi bisnis ini. Ia mengingatkan pentingnya keterlibatan warga lokal dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan destinasi.

“Produk wisata yang baik harus dikemas dan dipasarkan dengan baik. Jangan tempatkan masyarakat hanya sebagai penonton, tetapi harus menjadi pelaku dan penerima manfaat agar pariwisata ini memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Triyono.

Pengelola Desa Wisata Tinalah, Panggih Widodo, mengapresiasi fasilitasi yang diberikan pemerintah daerah. Bagi Tinalah, penghargaan ini menjadi lecutan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keberlanjutan lingkungan.

“Sesi table top ini sangat efektif karena kami bisa langsung bertatap muka dan bertransaksi dengan buyer. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus berinovasi pada paket edukasi dan atraksi, serta memperkuat pengelolaan lingkungan seperti penataan sampah secara berkelanjutan,” tutur Panggih.

Source: media center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *