Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan makna “Margo Ono”, nama mendiang kakeknya, Margono Djojohadikusumo, kepada para petinggi Partai Amanat Nasional (PAN). Kehidupan Margono terbilang miskin. Cerita tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam puncak peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta, Jumat, 18 September 2026 malam. (Beritasatu.com/Beritasatu TV)
Jakarta, REDAKSI17.COM– Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan makna “Margo Ono”, nama mendiang kakeknya, Margono Djojohadikusumo, kepada para petinggi Partai Amanat Nasional (PAN). Kehidupan Margono terbilang miskin.
Cerita tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam puncak peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung persoalan keuangan yang tengah dihadapi partai tersebut.
Prabowo kemudian menjelaskan makna nama “Margo Ono” dengan mengisahkan latar belakang keluarganya, khususnya kehidupan sang kakek. “Dahulu, kakek saya Pak Margono itu lahir dari keluarga yang sangat miskin. Sangat miskin karena ya, katanya ningrat, tetapi ningrat yang miskin. Dahulu ikut Pangeran Diponegoro melawan Belanda,” katanya.
Menurut Prabowo, meskipun berasal dari keluarga miskin, orang tua Margono memiliki firasat mengenai masa depan anaknya. “Orang tua Pak Margono punya insting, punya firasat. Pak Margono itu anak kedua. Begitu Pak Margono lahir, bapaknya itu merasa: Oh anak inilah yang akan membawa keluarga kita keluar dari kemiskinan,” ujar Prabowo.
Karena keyakinan tersebut, Margono kemudian diberi nama yang memiliki makna khusus. “Jadi, dikasih nama Margono. Margo Ono. Ada jalan. Jadi, saya tiap kali kesulitan, saya ingat margo Ono. Ada jalan,” lanjutnya.
Utang PAN
Setelah menjelaskan arti nama “Margo Ono”, Prabowo kembali menyinggung persoalan keuangan yang dihadapi PAN. Dia menyampaikan hal tersebut dengan gaya bercanda kepada Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan petinggi partai.
“Jadi, pemimpin PAN tenang. Lu enggak usah lapor sama gue. Gue udah tahu. Lu, gue udah tahu lu agak bokek. Ini semua lu masih utang. Bener enggak?” kata Prabowo.
Dia kemudian menyebut nama Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa dalam pernyataannya. “Dia utang itu. Zulhas sama Hatta Rajasa gagah aja, hanya dalam hati kapan gue bayar itu semua. Tenang, margo ono. Percaya saudara-saudara,” ujar Prabowo.
Sosok Margono
Raden Mas Margono Djojohadikusumo merupakan ayah dari ekonom Sumitro Djojohadikusumo sekaligus kakek Presiden Prabowo Subianto. Margono turut terlibat dalam perjuangan menuju Kemerdekaan Indonesia. Dia antara lain berperan sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI).
Selain kiprahnya dalam perjuangan kemerdekaan, Margono dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI). Dia juga menjabat sebagai direktur utama pertama bank milik negara tersebut.




