Beranda / Daerah / Optimalkan PAD Melalui Inovasi Digital dan Kearifan Lokal, Pemkab Pesawaran Lakukan Studi Komparasi ke Gunungkidul

Optimalkan PAD Melalui Inovasi Digital dan Kearifan Lokal, Pemkab Pesawaran Lakukan Studi Komparasi ke Gunungkidul

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran, Provinsi Lampung melakukan kunjungan kerja dalam rangka studi komparasi ke Kabupaten Gunungkidul untuk mempelajari strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kamis, (24/9/2026). Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira, S.E., M.M., beserta Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., ini disambut hangat oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.MP., di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul.

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul mengungkapkan bahwa sektor pariwisata menjadi pilar utama pendapatan daerah dengan garis pantai sepanjang lebih dari 80 kilometer dari total 133 kilometer di Daerah Istimewa Yogyakarta. Inovasi utama yang dibagikan adalah penerapan sistem e-ticketing dan pembayaran non-tunai di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Selatan.

Berkat digitalisasi dan penataan sumber daya, PAD pariwisata Gunungkidul per September telah melampaui target dengan kenaikan signifikan. “Terkonfirmasi bahwa per hari ini kenaikan PAD pariwisata kami sudah melampaui target, kurang lebih 35 miliar rupiah di bulan September, sedangkan kita masih punya waktu tiga bulan lagi,” ujar Bupati Endah.

Salah satu hal unik yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah komitmen Gunungkidul terhadap produk lokal. Bupati Endah menjelaskan adanya surat edaran yang melarang penyajian makanan berbahan tepung terigu dalam rapat-rapat pemerintahan karena petani setempat tidak menanam gandum. Sebagai gantinya, hidangan wajib berasal dari ubi, singkong, atau jagung. Selain itu, buah-buahan impor juga dilarang untuk sajian yang menggunakan dana APBD guna mendukung kesejahteraan petani lokal.

Bupati Pesawaran, Nanda Indira, menyatakan bahwa Gunungkidul menjadi rujukan karena kesuksesannya dalam melakukan terobosan pengelolaan keuangan. Mengingat Pesawaran memiliki potensi wisata bahari yang serupa, terdapat beberapa fokus utama yang dipelajari dalam kunjungan ini, seperti Pengelolaan retribusi pariwisata melalui sistem digital, Optimalisasi pajak daerah dan retribusi parkir (termasuk penggunaan tapping box), Pengelolaan BLUD RSUD untuk kemandirian finansial rumah sakit, Retribusi pasar dan pengelolaan persampahan, Perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan Pengelolaan aset daerah agar memberikan nilai tambah optimal.

“Kami ingin belajar langsung dari kabupaten yang terbukti sukses melakukan terobosan. Kami optimis, dengan potensi wisata yang mirip, Pesawaran bisa mengadopsi sistem dan regulasi yang ada untuk meningkatkan PAD demi kesejahteraan masyarakat,” tutur Bupati Nanda.

Selain aspek teknis pendapatan, Pemkab Gunungkidul juga membagikan keberhasilan program pembangunan melalui semangat gotong royong. Program ini melibatkan kolaborasi antara Pemda, TNI, dan Polri untuk mempercepat pembangunan fisik di tingkat dusun. Partisipasi aktif masyarakat terbukti mampu meningkatkan nilai proyek melalui swadaya yang melampaui anggaran dasar yang diberikan pemerintah.

Pertemuan ini ditutup dengan harapan agar kerja sama antar-daerah ini tidak hanya berhenti pada pertukaran informasi, tetapi menjadi langkah nyata bagi kedua kabupaten untuk saling menguatkan inovasi dan pelayanan publik yang transparan serta efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *