WASHINGTON,REDAKSI17.COM– Amerika Serikat mengerahkan dua baterai rudal pertahanan udara Patriot tambahan ke Arab Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi penting di kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Satu baterai Patriot dikirim ke Arab Saudi pada September untuk melindungi fasilitas minyak utama. Sementara satu baterai lainnya dikerahkan ke Qatar untuk melindungi fasilitas gas alam.
Pengerahan tersebut dilakukan ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan kembali melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran.
Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk meyakinkan Arab Saudi dan Qatar bahwa Amerika Serikat akan membantu melindungi infrastruktur energi mereka jika terjadi serangan terhadap Iran.
Trump pada Kamis (1/10/2026) mengatakan dirinya tengah mempertimbangkan keputusan untuk kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.
“Sekarang saya harus mengambil keputusan, apakah Iran menandatangani perjanjian itu atau perjanjian itu tidak akan ada lagi,” kata Trump seperti dikutip dari ANTARA.
Para pemimpin Arab Saudi dan Qatar pada awal Agustus telah mendesak Trump untuk tidak melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, terutama terhadap infrastruktur energi negara tersebut.
Kekhawatiran utama kedua negara adalah kemungkinan Iran membalas serangan dengan menargetkan fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk.
Pejabat AS mengatakan kekhawatiran tersebut menjadi salah satu faktor dalam keputusan Washington untuk mengutamakan tekanan ekonomi terhadap Iran, alih-alih kembali melancarkan serangan militer berskala besar.
Amerika Serikat juga membutuhkan izin Arab Saudi untuk menggunakan wilayah udara kerajaan itu apabila Washington kembali melakukan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.
Namun, Saudi diperkirakan akan mempertimbangkan persetujuan tersebut dengan memperhitungkan jaminan keamanan terhadap fasilitas minyaknya. namun demikian, Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.
Selain sistem pertahanan Patriot, Amerika Serikat juga meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengirimkan kapal perang, pesawat tempur, dan pasukan tambahan.
Kapal induk USS Theodore Roosevelt beserta kelompok tempurnya berangkat dari San Diego pada Minggu (27/9/2026) dan diperkirakan tiba di kawasan Timur Tengah sekitar pertengahan November.
Pejabat AS masih mempertimbangkan apakah kapal induk tersebut akan menggantikan kelompok tempur yang sudah bertugas atau menambah jumlah kelompok kapal induk serang AS di kawasan tersebut menjadi tiga.
Sementara itu, Makin Island Amphibious Ready Group, yang membawa ribuan personel Korps Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13, dilaporkan berangkat menuju Timur Tengah pada Senin (28/9) dan diperkirakan tiba pada akhir November.




