Ratusan Warga Antusias Akses Pelayanan di Festival Layanan Publik Pemkot Yogya

GONDOMANAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota  Yogyakarta menyelenggarakan Festival Layanan Publik rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 270 Kota Yogyakarta di kawasan Titik Nol Kilometer pada Minggu (11/10/2026) pagi. Ratusan warga antusias mengakses berbagai layanan publik dari Pemkot Yogyakarta yakni cek kesehatan gratis, pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital dan cek bersih-bersih telinga. Kegiatan itu menjadi bukti komitmen Pemkot Yogyakarta dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari mengatakan pelayanan pendaftaran Perlinsos digital untuk mempersiapkan terkait  pemberian bantuan sosial pada 2027 menggunakan sistem digital yang terintegrasi dengan IKD. Layanan Perlinsos Digital yang berupa pendaftaran di portal Perlinsos bagi masyarakat miskin dan rentan untuk  mengajukan atau memperbarui data sebagai calon penerima bantuan sosial pemerintah.

Pelayanan Perlinsos Digital dari Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta hadir dalam Festival Layanan Publik Pemkot Yogya rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta.

“Pelayanan Perlinsos digital di Festival Layanan Publik ini bagian dari rangkaian HUT ke -270 Kota Yogyakarta. Di sini adalah tempat titik keramaian, sehingga banyak masyarakat dan saat melaksanakan car free day bisa dapat pelayanan,” kata Heny ditemui di sela Festival Layanan Publik di Titik Nol Kilometer.
Layanan Perlinsos digital di Titik Nol diperuntukan bagi penduduk Kota Yogyakarta. Dia menyatakan pelayanan Perlinsos Digital di Kota Yogyakarta baru dimulai pertama dalam Festival Layanan Publik. Setelah itu masyarakat dapat mengakses pelayanan pendaftaran Perlinsos digital di Kantor Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta atau melalui agen Perlinsos yang kini ada 120 agen. Syarat pendaftaran Perlinsos Digital membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Ratusan warga antre mengakses pelayanan di Festival Layanan Publik Pemkot Yogyakarta.

“Bagi yang tidak masuk desil satu sampai lima nanti bisa dicek apakah dia berhak mendapatkan bantuan atau tidak. Tapi kalau yang terdaftar di desil satu sampai lima, otomatis nanti di 2027 semua bantuan itu pakai Perlinsos itu tadi, pemberian bantuannya hanya pakai KTP,” terangnya.
Sedangkan Pelaksana Tugas  Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Lana Unwanah menjelaskan dalam pelayanan cek kesehatan gratis (CKG) di Festival Layanan Publik ditargetkan menyasar 270 orang sesuai HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Namun jika jumlahnya lebih dari itu dan waktu pelayanan masih Tersedia tetap dilayani. CKG yang dilakukan meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, skrining gangguan jiwa, pemeriksaan laboratorium,  tekanan darah dulu, tekanan darah, cek gula dan kolesterol. Kemudian pemeriksaan dokter dan konsultasi gizi.

Masyarakat mengikuti CKG dari Dinas Kesehatan saat Festival Layanan Publik.

“CKG ini terbuka untuk masyarakat umum. Tidak membatasi warga kota atau bukan. Masyarakat memang kelihatannya lebih senang kita yang mendekatkan pelayanan. Padahal sebetulnya  di Puskesmas kita juga melayani CKG dan cek kesehatan lansia di wilayah,” tambah Lana.
Sementara itu itu Direktur RSUD Kota Yogyakarta RS Jogja, Ariyudi Yunita menyampaikan kegiatan bersih-bersih telinga dalam rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan  HUT Rumah Sakit Jogja. Dari kuota yang disediakan sekitar 160 peserta sudah mencapai target, sehingga menunjukan antusiasme masyarakat terkait layanan bersih-bersih telinga.

Pelayanan bersih-bersih telinga dari RS Jogja hadir di Festival Layanan Publik.

“Jadi saat bersih-bersih ke rumah sakit, begitu. Ini menjadi sesuatu yang baru di masyarakat. Untuk itu kita juga harus menjaga kebersihan telinga juga. Infeksi pada telinga bisa menyebabkan cairan dari dalam keluar sehingga menjadi gangguan pada pendengaran,” jelas Yunita.
Salah satu warga yang mengikuti bersih- bersih telinga, Dwi Arifin, menyambut baik kegiatan itu karena bersih- bersih telinga yang selama ini jarang diadakan pelayanan itu di masyarakat.”Ini bermanfaat untuk masyarakat dan bisa bergunalah. Harapannya bisa diperluas informasinya ke masyarakat biar semua  teredukasi dan bisa tersadarkan untuk peduli kesehatan telinga,” tutur Arifin.

Pelayanan aktivasi IKD dari Dindukcapil hadir di Festival Layanan Publik.

Hal senada disampaikan Salsa Fadila yang mengakses pelayanan Perlinsos digital  di Festival Layanan Publik. Menurutnya pelayanan tersebut membantu warga mendapatkan ddnpelaynan di luar jam kerja dan tanpa harus datang ke Kantor Dindukcapil Kota Yogyakarta. “Mudah dan cepat, enggak sampai lima menit selesai. Semoga bisa ditingkatkan lagi layanan-layanan publik yang seperti ini, jadi memudahkan,” pungkas Salsa warga Suryowijayan.