
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM– Pemerintah Kota Yogyakarta melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Masyarakat (Linmas) untuk membantu penanganan dan mitigasi bencana. Satpol PP Kota Yogyakarta telah memiliki tim khusus Satgas Linmas Kurangi Risiko Bencana (Mas Krisna). Sejumlah Satuan Linmas (Satlinmas) di kelurahan juga dilatih terkait kebencanaan sebagai pendukung Mas Krisna. Keberadaan Mas Krisna, Satgas Linmas di kemantren dan Satlinmas di kelurahan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta dalam mitigasi dan penanganan bencana.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat mengatakan Satgas Linmas di bawah Satpol PP karena menjadi satu bagian Direktorat Satpol PP dan Linmas Kementerian Dalam Negeri. Salah satu ketugasan Satpol PP adalah perlindungan masyarakat melalui Linmas. Salah satu tugas Linmas berdasarkan permendagri adalah membantu penanggulangan bencana dan mitigasi sampai ketika kejadian bencana.
“Kami di Satpol PP sudah membentuk tim khusus Satgas Linmas Kurangi Risiko Bencana Mas Krisna. Mereka sudah kita latih penanggulangan bencana hingga kegawatdaruratan secara profesional bersama teman-teman Basarnas, BPBD, kemudian BNPB, TNI/Polri, maupun PMI dan PSC 119,� kata Octo, belum lama ini.
Dia menyebut tim khusus Mas Krisna terdiri dari 30 personel Satgas Linmas. Berdasarkan hasil pelatihan mereka memiliki semangat dan kemampuan lebih dibandingkan Satgas Linmas lainnya. Satpol PP Kota Yogyakarta juga melatih personel linmas di wilayah kurang lebih 10 personel/ kelurahan menjadi pendukung Mas Krisna. Menurutnya keberadaan Mas Krisna selama ini membantu mengkondisikan di lapangan sebelum petugas BPBD datang.
“Saat teman-teman BPBD belum ada di lokasi dan mereka (Mas Krisna) lebih dekat dengan lokasi akan bergerak cepat melakukan pengkondisian lapangan untuk meminimalisir terjadinya bencana. Saat ada kebakaran maupun kecelakaan lalu lintas sebelum PSC datang juga membantu mengatur lalu lintas dan mengurangi kepadatan masyarakat yang melihat serta memudahkan akses mobil pemadam kebakaran,� terangya.

Satpol PP Kota Yogyakarta mencatat ada 96 personel Satgas Linmas tingkat Kota Yogyakarta, dan sebanyak 30 personel diantaranya masuk dalam tim khusus Mas Krisna. Sedangkan di tingkat kemantren ada Satgas Linmas minimal 10 personel tiap kemantren. Untuk jumlah anggota Satlinmas tingkat kelurahan se-Kota Yogyakarta mencapai 4.298.
Satpol PP Kota Yogyakarta sudah berkolaborasi dengan BPBD Kota Yogyakarta dalam penanggulangan dan mitigasi bencana. Termasuk siap mendukung program Jogja Connect (Jonet) yang diluncurkan BPBD Kota Yogyakarta awal Oktober 2026 untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana dan koordinasi data kebencanaan, Jonet mengintegrasikan jejaring komunikasi kebencanaan. Salah satunya dengan pemberdayaan linmas untuk jejaring komunikasi informasi bencana lewat radio rig di wilayah.
“Iya (mendukung) karena peran Satgas Linmas dan Satlinmas itu melekat itu. Itulah kenapa kami membentuk Mas Krisna agar ketika nanti ada bencana kita menerjunkan itu sudah posisi siap untuk berkolaborasi, siap bekerja dan kerja di lapangan, kerja tim. Satlinmas di kelurahan juga siap karena kita bekali juga secara umum. Melalui Mas Krisna kita tidak sekadar membantu kebencanaan tapi kita persiapkan secara terampil dan sesuai dengan apa keilmuan yang mendasari,� tambah Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Yogyakarta, Suwarna, saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
Dia menyatakan personel Mas Krisna siaga di Kantor Satpol PP Kota Yogyakarta dan sebagian siaga di masing-masing rumah. Saat terjadi bencana personel Mas Krisna akan meluncur dengan peralatan pendukung. Misalnya jika ada pohon tumbang akan membawa alat gergaji senso. Jika memerlukan penyelamatan dengan vertical rescue akan membawa sarana pendukung seperti tali temali. Termasuk turun melakukan penangkapan ketika ada laporan warga terkait ular dan biawak.
Sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat menyampaikan di dalam Jonet salah satunya ada Sistem Integrasi Alat Komunikasi Penanggulangan Bencana di Wilayah (Sigapil). Integrasi kanal komunikasi kebencanaan difokuskan pada radio rig melalui Sigapil di wilayah kemantren. BPBD Kota Yogyakarta melakukan komunikasi radio setiap pukul 9 pagi sampai 9 malam. “Radio rig di setiap kemantren bisa kita gunakan komunikasi secara langsung dengan Linmas dan relawan serta masyarakat,� tandas Nur saat peluncuran Jonet.