Sleman,REDAKSI17.COM– Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berharap KADIN DIY mengambil peran sebagai penggerak kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan komunitas usaha untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan potensi lokal dengan peluang pasar serta menyelaraskan kebutuhan dunia usaha dengan kebijakan pembangunan.
Harapan tersebut disampaikan Sri Sultan saat membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) KADIN DIY Tahun 2026 di Ballroom The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sabtu (17/10). Rapimda tahun ini mengusung tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia, UMKM Naik Kelas, Ekonomi DIY Berkualitas”.
Dalam sambutannya, Sri Sultan mengungkapkan bahwa tema Rapimda ini mempertemukan tiga cita-cita, yakni penguatan ekonomi kerakyatan, perluasan daya saing ke pasar dunia, dan pembangunan ekonomi DIY yang berkualitas. Ketiganya menggambarkan arah pembangunan ekonomi yang berangkat dari penguatan ekonomi rakyat, meluas ke pasar global, dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sri Sultan pun menekankan bahwa kemajuan ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, perluasan pasar dan perkembangan usaha harus tetap diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Pertumbuhan baru menemukan maknanya ketika kesempatan hidup yang lebih baik hadir sampai ke rumah-rumah warga,” ungkap Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, pelaku UMKM, koperasi, industri kecil, petani, dan insan ekonomi kreatif sebagai bagian penting dari ekonomi kerakyatan. Potensi mereka perlu didukung agar dapat bertemu dengan peluang yang lebih adil.
Lebih lanjut, Sri Sultan pun menilai produk fesyen, kerajinan, kuliner, dan karya kreatif Yogyakarta memiliki kekhasan yang dapat menjadi modal untuk bersaing di pasar global. Namun, potensi tersebut perlu ditopang mutu produk, sertifikasi, kesinambungan pasokan, serta kemampuan pelaku usaha dalam membaca kebutuhan pasar.
Pemanfaatan teknologi digital juga perlu disertai peningkatan keterampilan agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitas budaya Yogyakarta. Dalam upaya tersebut, Sri Sultan menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, akses pembiayaan, penguatan manajemen, dan kemitraan nyata bagi UMKM.
“Saya mengajak perusahaan besar, hotel, restoran, dan jaringan distribusi membuka ruang bagi usaha kecil. Berikan pula kesempatan kepada wirausaha muda agar inovasi mereka tumbuh menjadi lapangan kerja,” ajak Sri Sultan.
Selain mendorong perkembangan usaha, Sri Sultan mengingatkan bahwa investasi perlu memberikan manfaat bagi daerah. Dalam semangat Hamemayu Hayuning Bawana, kemajuan ekonomi diharapkan mampu menghidupkan industri lokal, menciptakan pekerjaan yang layak, serta menjaga lingkungan. Produktivitas harus berjalan seiring dengan kesejahteraan pekerja; peluang ekonomi pun perlu menjangkau seluruh kabupaten dan kota.
“Karena itu, pariwisata, industri pengolahan, ekonomi kreatif, pertanian bernilai tambah, dan sektor jasa perlu dikembangkan secara saling menguatkan. Ukuran keberhasilannya harus tampak pada pekerjaan yang tercipta, pendapatan yang membaik, dan lingkungan yang tetap terpelihara,” jelas Sri Sultan.
Untuk mewujudkan arah tersebut, Sri Sultan berharap Rapimda KADIN DIY menghasilkan lima prioritas. Kelimanya meliputi peningkatan kapasitas UMKM melalui pendampingan, standardisasi, dan digitalisasi; perluasan akses pasar global bagi UMKM; penguatan kemitraan antara pelaku usaha kecil dengan sektor industri dan pariwisata; investasi berkualitas yang membuka lapangan kerja sekaligus menjaga keberlanjutan; serta penguatan organisasi KADIN melalui konsolidasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
“Jabarkan kelimanya dalam target, jadwal, penanggung jawab, dan ukuran keberhasilan yang dapat dievaluasi,” tegas Sri Sultan.
Senada dengan Sri Sultan, Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, menyampaikan bahwa KADIN perlu mengambil peran dalam menggerakkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, UMKM, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi. “Kita perlu memperkuat akses pembiayaan, digitalisasi, peningkatan kualitas produk, kemitraan usaha, investasi, serta perluasan pasar ekspor,” tutur GKR Mangkubumi.
Dalam sambutannya, GKR Mangkubumi menegaskan bahwa program kerja KADIN perlu disusun dengan target dan indikator keberhasilan yang jelas. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi dunia usaha dan masyarakat.
“Keberhasilan kita bukan sekadar banyaknya kegiatan, melainkan dampak nyata berupa UMKM yang naik kelas, investasi yang meningkat, lapangan kerja yang bertambah, dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik,” papar GKR Mangkubumi.
KADIN DIY, lanjutnya, perlu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang berdaya saing, inklusif, berkelanjutan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta. “Mari kita perkuat persatuan, tinggalkan ego sektoral, dan bangun kolaborasi yang produktif. Kita buktikan bahwa potensi lokal Yogyakarta mampu menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional. Saatnya KADIN bergerak lebih konkret, berkolaborasi lebih kuat, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha serta masyarakat DIY,” kata GKR Mangkubumi.
Sementara itu, Ketua Panitia Rapimda KADIN DIY Tahun 2026, Robby Kusumaharta, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti 150 peserta yang terdiri atas unsur pengurus KADIN DIY, Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, KADIN kabupaten dan kota, serta unsur terkait lainnya. Dalam rangkaian kegiatan Rapimda, KADIN DIY juga telah menggelar rapat pimpinan KADIN kabupaten dan kota se-DIY untuk menyelaraskan program kerja dan memperkuat sinergi organisasi. Selain itu, dilaksanakan kegiatan sosial berupa penyaluran 20 tangki air bersih bagi masyarakat Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.
Robby berharap, Rapimda menghasilkan program kerja yang konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil, terutama dalam pengembangan UMKM, perluasan akses pembiayaan dan pemasaran, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing produk unggulan DIY. Melalui tema yang diusung tahun ini, KADIN DIY berkomitmen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, mendorong UMKM naik kelas, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperluas akses pasar hingga tingkat internasional.
Humas Pemda DIY







