
Gedongtengen,REDAKSI17.COM-Ada yang unik dalam pelaksanaan pemilihan ketua Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) di Kampung Pajeksan, Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Kota Yogyakarta.
Jika pemilihan pengurus lingkungan umumnya berlangsung dengan suasana sederhana, warga kampung ini menghadirkan nuansa budaya Jawa dengan mengenakan busana tradisional, seperti jarik dan kebaya.
Penggunaan busana Jawa tersebut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan pemilihan ketua RW 08 dan ketua RT 30, 31, 32, serta 33. Selain menjadi bagian dari proses demokrasi di tingkat masyarakat, kegiatan ini juga menghadirkan suasana yang kental dengan identitas budaya lokal.
Pemilihan ketua RT dan RW tersebut digelar di SMP Pembangunan Ma’arif, Sabtu (17/10/2026). Warga berkumpul untuk mengikuti proses pemilihan pengurus lingkungan yang akan menjalankan tugas dan tanggung jawab selama masa bakti 2027–2031.
Lurah Sosromenduran, Hendy Setiawan, mengatakan pemilihan ketua RT dan RW tersebut merupakan bagian dari proses pergantian kepengurusan untuk masa bakti 2027–2031.
Proses pemilihan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip demokratis, transparan, dan tertib, serta mengutamakan musyawarah mufakat atau pemungutan suara warga.
Menurut Hendy, pelaksanaan pemilihan di tingkat RT dan RW memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan kepemimpinan dan pelayanan masyarakat di lingkungan tempat tinggal.
Ia mengungkapkan, pemilihan ketua RT dan RW menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan di tingkat masyarakat. Karena itu, proses pemilihan diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas untuk mengganti pengurus lama dengan pengurus baru, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga untuk memperkuat kebersamaan dan menentukan arah pembangunan lingkungan ke depan.
“Kepemimpinan di tingkat RT dan RW memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat. Pengurus lingkungan menjadi salah satu pihak yang berhubungan langsung dengan warga, mulai dari menyampaikan aspirasi, mengoordinasikan kegiatan kemasyarakatan, menjaga kerukunan, hingga mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan di wilayah,” katanya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, proses pemilihan yang melibatkan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan yang dapat diterima dan dipercaya oleh warga.
Hendy menegaskan, pemilihan ketua RT dan RW diharapkan mampu menjaga kesinambungan program yang telah berjalan.
“Diharapkan dapat memperoleh kepengurusan yang terus mampu menjaga kerukunan, melanjutkan program-program positif, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan lingkungan,” jelasnya.






