Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong pembangunan kota melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan organisasi pengusaha.
Kolaborasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui dukungan panel surya untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming di Kebun Sayur Taman Guyub Rukun RW 06 Semaki Gede, Umbulharjo.
Bantuan panel surya tersebut merupakan kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta bersama SP Kinasih untuk mendukung pengelolaan tanaman hidroponik yang dikembangkan kelompok tani setempat.
Ketua KADIN Kota Yogyakarta, Eko Sutrisno mengatakan, bantuan panel surya tersebut merupakan bentuk dukungan KADIN Kota Yogyakarta terhadap masyarakat, khususnya para ibu yang aktif mengembangkan kegiatan urban farming.
Menurutnya, pertanian perkotaan memiliki peran penting karena dapat memanfaatkan lahan yang terbatas di tengah kawasan perkotaan untuk menghasilkan berbagai jenis tanaman pangan sekaligus memberikan aktivitas produktif bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk dukungan KADIN Kota Yogyakarta untuk membantu ibu-ibu melakukan urban farming,” ujar Eko, Senin (12/10/2026).
Selain mendukung kegiatan pertanian perkotaan, pemanfaatan panel surya juga menjadi salah satu langkah untuk mengurangi penggunaan energi konvensional sehingga turut mendukung upaya menekan emisi gas rumah kaca atau dekarbonisasi di Kota Yogyakarta.

Eko berharap pengembangan pertanian perkotaan di Kota Yogyakarta dapat terus berkembang dan dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, urban farming tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan di tingkat masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan inovasi, meningkatkan produktivitas warga, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.
“Pemanfaatan energi surya pada kebun hidroponik tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi energi terbarukan dapat diterapkan secara sederhana dan langsung memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Salah satu teknisi, Feri Abirama Putra, menjelaskan panel surya yang dipasang di Kebun Sayur Taman Guyub Rukun digunakan untuk menghasilkan listrik yang kemudian dimanfaatkan untuk mengoperasikan pompa air pada instalasi hidroponik.
Pompa tersebut berfungsi mengalirkan air ke tanaman sehingga kebutuhan air pada sistem hidroponik dapat terpenuhi. Dengan demikian, aktivitas penyiraman dan sirkulasi air tanaman dapat berjalan menggunakan energi yang berasal dari sinar matahari.
“Panel surya ini untuk menggerakkan pompa air. Nantinya pompa air ini untuk mengaliri tanaman yang ada di hidroponik,” jelas Feri.
Tidak hanya digunakan untuk menggerakkan pompa, energi yang dihasilkan panel surya juga dimanfaatkan untuk kebutuhan penerangan di area kebun. Dengan adanya sumber listrik tersebut, lampu di kawasan kebun dapat digunakan pada malam hari sehingga area kebun tetap terang dan dapat dimanfaatkan dengan lebih baik.
Feri menjelaskan, untuk mengisi daya aki atau baterai yang menjadi tempat penyimpanan energi, panel surya tersebut membutuhkan waktu sekitar empat jam dalam kondisi cuaca cerah.
Proses pengisian biasanya dimulai sekitar pukul 09.00 ketika intensitas sinar matahari sudah cukup terang. Apabila kondisi normal dan cuaca mendukung, baterai dapat terisi penuh sekitar pukul 13.00.
“Biasanya mulai menge-charge pukul 09.00 pagi ketika matahari sudah mulai terang, sampai penuh sekitar pukul 13.00. Tapi kalau cuaca mendung, mengisi dayanya bisa lebih dari itu,” katanya.
Meski membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk pengisian dalam kondisi normal, panel surya tersebut tidak harus bekerja sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan listrik kebun.
Energi yang telah tersimpan di dalam baterai dapat digunakan untuk mengoperasikan perangkat yang dibutuhkan, termasuk pompa hidroponik dan penerangan. “Jadi nge-charge tidak perlu seharian. Daya tahannya sendiri juga bisa sampai seharian,” ujar Feri.
Sementara itu, Pengurus Kelompok Tani Guyub Rukun Semaki Gede, Winaryati Esperanza, menyambut baik bantuan panel surya tersebut. Menurutnya, keberadaan teknologi tersebut sangat membantu kelompok tani dalam menjalankan kegiatan di kebun.
“Alhamdulillah kami mendapat bantuan panel surya ini. Ini sangat membantu sekali,” katanya.
Ia menjelaskan, Kebun Sayur Taman Guyub Rukun tidak hanya dimanfaatkan untuk menanam sayuran melalui sistem hidroponik. Kelompok tani juga mengembangkan beragam tanaman lain, seperti terong, cabai, dan bayam.
Selain tanaman pangan, kelompok tani juga membudidayakan bunga telang yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.
Menurutnya, pemanfaatan bunga telang menjadi produk olahan merupakan salah satu bentuk inovasi yang dilakukan kelompok tani untuk memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian.
Tidak berhenti pada kegiatan bercocok tanam, hasil kebun kemudian dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi meningkatkan pendapatan warga.
Saat ini, lanjutnya, kelompok tersebut telah menghasilkan sekitar delapan produk olahan berbahan bunga telang. Produk tersebut antara lain infused water, rempah kering siap minum, steak keju, nasi langgi bunga telang, dawet telang, serta berbagai olahan lainnya.

“Pengembangan produk ini menunjukkan bahwa kegiatan urban farming di tingkat kampung dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam. Dengan kreativitas dan inovasi masyarakat, hasil pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru,” imbuhnya.






