
Gondomanan,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong penguatan keberagaman budaya dan persaudaraan antardaerah melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya.
Hal ini dikatakan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat membuka Toadore Festival Volume III yang digelar pada Jumat (16/10/2026) di Teras Malioboro 1.
Wawan pun sangat mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki peran penting dalam mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang daerah melalui seni, budaya, kuliner, musik, dan interaksi antarkomunitas.
Ia menyampaikan, Kota Yogyakarta selama ini dikenal sebagai tempat bertemunya pelajar dan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Kondisi tersebut menjadikan Kota Yogyakarta sebagai ruang bersama bagi masyarakat Nusantara untuk belajar, berinteraksi, sekaligus mengenalkan identitas budaya masing-masing.
“Ketika Tidore hadir dan menyapa Yogyakarta, sesungguhnya yang sedang kita bangun bukan hanya sebuah festival. Kita sedang membangun jembatan antarkebudayaan,� demikian pesan Wawan dalam sambutannya.
Ia mengungkapkan, Tidore memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang dikenal dengan kekayaan rempah-rempah, tradisi, seni, dan budaya dari kawasan timur Nusantara.
Sementara itu, Jogja berkembang sebagai kota budaya yang menjadi tempat pertemuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pertemuan kedua daerah melalui Toadore Festival diharapkan dapat memperkuat pemahaman bahwa perbedaan bahasa, adat istiadat, dan tradisi bukanlah penghalang untuk membangun persatuan,” jelasnya.
Wawan juga menyoroti peran penting mahasiswa dan pelajar perantauan dalam menjaga sekaligus memperkenalkan kebudayaan daerah asalnya.
“Mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jogja tidak hanya membawa tujuan akademik, tetapi juga identitas, bahasa, adat, seni, kuliner, serta cerita dari daerah masing-masing.
Karena itu, mahasiswa perantauan dinilai memiliki peran sebagai duta budaya,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Wawan, terbuka terhadap kegiatan yang mempertemukan beragam kebudayaan dengan semangat saling menghormati.
“Kota Yogyakarta diharapkan terus menjadi ruang bersama yang aman dan nyaman bagi masyarakat, termasuk mahasiswa dari berbagai daerah, untuk mengekspresikan kebudayaannya secara positif,” katanya.
Sementara itu Ketua Umum Pengurus PKPM Nuku Yogyakarta, Nurfina Ahmad mengatakan festival ini adalah inisiasi dari PKPM Nuku Yogyakarta dengan mengusung tema Tidore Menyapa Yogyakarta: Dari Negeri Rempah untuk Kota Budaya.
“Featival ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Tidore sekaligus memperkuat persaudaraan antardaerah dan membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Rangkaian Toadore Festival Volume III menghadirkan berbagai pertunjukan seni Nusantara. Sejumlah penampilan seperti drama “Kabasaran Tidore�, pembacaan puisi, tarian daerah, lagu daerah, serta drama tari dari berbagai komunitas mahasiswa daerah.
“Beragam pertunjukan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni dan tradisi Nusantara kepada masyarakat Jogja. Melalui pertunjukan seni, pengunjung dapat mengenal lebih dekat karakteristik budaya dari berbagai daerah, sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.





