
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) melakukan pemeriksaan hewan guna menjaga kesehatan dan produktivitas hewan. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan penyakit kulit berupa scabies atau kudis.
Untuk itu, diharapkan para peternak agar melakukan pemenuhan pakan dan air minum, pemberian suplemen sesuai kebutuhan, penerapan biosekuriti, serta pemeliharaan kebersihan kandang dan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti mengungkapkan, bahwa pemenuhan kebutuhan dasar ternak harus menjadi perhatian utama para peternak.
Kebutuhan tersebut meliputi penyediaan air minum bersih secara terus-menerus (ad libitum), pemberian pakan yang cukup dan berkualitas sesuai kebutuhan ternak, serta pemberian vitamin atau suplemen berdasarkan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan hewan.
Selain itu, peternak diminta menerapkan biosekuriti secara konsisten serta menjaga kebersihan kandang, peralatan, dan lingkungan pemeliharaan agar risiko penularan penyakit dapat diminimalkan.
DPP Kota Yogyakarta juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sekaligus mendukung produktivitas peternakan di wilayah Kota Yogyakarta.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi penyakit sejak dini, mencegah penyebaran penyakit, serta memberikan edukasi kepada peternak mengenai tata laksana pemeliharaan ternak yang baik.
“Alhamdulillah, hingga saat ini belum ditemukan kendala yang berarti dalam penyediaan air minum untuk ternak. Kebutuhan air minum masih tercukupi dengan baik sehingga diharapkan kesehatan dan produktivitas ternak tetap terjaga,� jelas Sri Panggarti saat diwawancarai, Selasa (20/10).
Sasaran pemeriksaan kesehatan diantaranya para peternak dan kelompok ternak se-Kota Yogyakarta, dengan jenis ternak yang meliputi sapi, kambing, domba, dan kuda. “Target pemeriksaan sebanyak 305 ekor ternak, terdiri atas 47 ekor sapi, 28 ekor kambing, 219 ekor domba, dan 11 ekor kuda,� ujarnya.
Adapun beberapa hewan yang terkena penyakit scabies atau kudis yang dapat menimbulkan rasa gatal, kerontokan bulu, serta gangguan pada kulit ternak. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah penularan dan menjaga kesehatan hewan.

Sementara itu, Medik Veteriner DPP Kota Yogyakarta, Imam Abror mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan ternak dilakukan melalui pemeriksaan fisik secara umum untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan.
“Pemeriksaan tersebut mencakup pengamatan kondisi mata, mulut, hidung, kulit, serta lubang pengeluaran seperti anus. Petugas juga mengamati perilaku ternak, nafsu makan, pola pernapasan, serta kemampuan hewan untuk berdiri dan berjalan,� jelasnya.
Pihaknya menambahkan, apabila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada penyakit tertentu, pemeriksaan dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan untuk menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat.
“Kami menghimbau peternak agar terus menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, menerapkan biosekuriti secara konsisten, serta memastikan ketersediaan pakan dan air minum yang mencukupi,� ujarnya.
Tambahnya, peternak juga diminta berhati-hati saat mendatangkan ternak baru. Hewan yang baru dibeli sebaiknya dipisahkan sementara dari ternak yang sudah ada dan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dicampurkan ke dalam kelompok ternak.
“Apabila ditemukan ternak yang menunjukkan gejala sakit, peternak diharapkan segera melaporkannya kepada petugas kesehatan hewan agar dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin,� imbuhnya.






