
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya, pariwisata, dan jasa menjadi salah satu tujuan bagi daerah lain untuk belajar dan bertukar pengalaman dalam pengembangan potensi daerah. Kali ini, Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Rustam Effendi, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Yogyakarta. Kesempatan ini diterima langsung Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan di ruang kerjanya, Rabu (21/10).
Kunjungan tersebut menjadi ajang diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan potensi daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta peluang kolaborasi antarpemerintah daerah terutama dalam perkembangan pariwisata dan industri kreatif.
Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Rustam Effendi mengungkapkan, bahwa kunjungannya ke Kota Yogyakarta merupakan salah satu upaya untuk mempelajari strategi pengembangan pariwisata yang dinilai memiliki kontribusi terhadap PAD.
“Jogja ini PAD dari pariwisatanya cukup tinggi. Namun, setelah berdiskusi dengan Pak Wakil Wali Kota, ternyata potensi kedua daerah berbeda. Dimana Kota Yogyakarta memiliki sejarah panjang sejak zaman kerajaan, sedangkan Lubuklinggau berkembang setelah kemerdekaan dan tidak memiliki dukungan adat istiadat maupun budaya yang sama,� ungkapnya.
Menurutnya, perbedaan karakteristik tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk terus menggali dan mengembangkan potensi daerahnya. “Paling tidak, ini menjadi pelajaran yang membuat kami lebih giat lagi,� katanya.

Ia menjelaskan, Kota Lubuklinggau yang berada di Provinsi Sumatra Selatan merupakan kota jasa yang dikelilingi sejumlah kabupaten dengan potensi sumber daya alam melimpah. “Lubuklinggau ini kota jasa, tetapi dikelilingi kabupaten-kabupaten yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah. Masyarakat dari kabupaten sekitar mencari penghasilan di daerahnya, kemudian membelanjakan uangnya di kota kami,� jelasnya.
Pihaknya berharap, kunjungan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota Lubuklinggau dan Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya dalam pengembangan potensi ekonomi, pariwisata, serta sektor-sektor yang dapat meningkatkan PAD.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyambut baik kunjungan dan diskusi bersama Pemerintah Kota Lubuklinggau. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk saling bertukar gagasan dalam mengembangkan potensi ekonomi masing-masing daerah.
Pihaknya juga menyampaikan, meskipun Kota Yogyakarta dan Lubuklinggau sama-sama memiliki karakter sebagai kota jasa, keduanya mempunyai keunggulan yang berbeda.
Dimana Kota Yogyakarta, selain bergerak di sektor jasa, juga memiliki kekuatan pada sektor budaya dan industri kreatif.
“Alhamdulillah, kami sudah bisa berdiskusi banyak dengan Wakil Wali Kota Lubuklinggau. Beliau memiliki pengalaman panjang, dengan latar belakang sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan pengalaman dalam pemerintahan,� ujarnya.
Menurutnya, potensi budaya dan industri kreatif yang dimiliki Yogyakarta dapat menjadi salah satu bahan pertukaran pengetahuan untuk mendorong pengembangan ekonomi di Kota Lubuklinggau.

“Kota Yogyakarta memiliki keunggulan sebagai kota budaya dan industri kreatif. Ini mungkin bisa kita sinergikan bersama, bagaimana Lubuklinggau juga dapat memperluas peluang peningkatan PAD melalui pengembangan industri kreatif,â€� jelasnya.
Ia berharap, pertemuan ini menjaxi langkah awal untuk memperkuat hubungan antardaerah, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan ekonomi, peningkatan PAD, dan peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.





