Beranda / Daerah / Stok BBM di DIY Aman Hingga Akhir Tahun

Stok BBM di DIY Aman Hingga Akhir Tahun

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY menggelar kegiatan monitoring ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sleman. Monitoring dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jateng DIY, pada Kamis (22/10).

Langkah pengawasan bersama ini dilakukan guna merespons dinamika antrean kendaraan yang terjadi di beberapa SPBU belakangan ini. Selain itu, pemantauan bertujuan memastikan seluruh proses distribusi BBM kepada masyarakat berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran. Peninjauan lapangan menyasar dua titik strategis, yakni SPBU 44.552.09 Kentungan Jalan Kaliurang dan SPBU 43.552.18 di kawasan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Usai monitoring, Pengurus DPC Hiswana Migas DIY Bidang SPBU, Wira Adiyaksa meluruskan pemahaman publik terkait perbedaan antara kuota dan persediaan stok. Menurutnya, persediaan merupakan kewajiban pasokan yang terus dijaga ketercukupannya oleh Pertamina bersama Hiswana Migas.

“Persediaan kami pastikan cukup sampai akhir tahun. Bahkan persiapan cadangan pasokan telah kami perhitungkan dengan matang guna mengantisipasi lonjakan konsumsi pada akhir pekan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru nanti,â€� tegasnya.

Sebagai langkah taktis jika terjadi lonjakan antrean di area operasional SPBU, Wira mengatakan, pihaknya dan Pertamina telah menyiapkan opsi penambahan jam kerja petugas, serta pengoperasian nosel penyaluran secara maksimal. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat durasi pengisian BBM, sehingga kenyamanan para konsumen tetap terjaga.

Sementara itu, Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng DIY, Taufiq Kurniawan menjelaskan, peningkatan volume antrean BBM belakangan ini dipicu oleh migrasi pola konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Pergeseran preferensi konsumen yang beralih dari Pertamax ke Pertalite memicu kenaikan permintaan pada titik-titik pompa tertentu.

Meskipun terjadi lonjakan permintaan, Taufiq memastikan daya tahan cadangan BBM di wilayah DIY berada pada kondisi tebal dan sangat aman, bahkan melampaui kebutuhan harian normal. Ketahanan cadangan tersebut tercatat mencapai 7 kali lipat konsumsi normal untuk pertalite, 14 kali lipat untuk solar,  4 kali lipat untuk LPG, 19 kali lipat untuk pertamax,  serta 34 kali lipat untuk pertamax turbo.

“Jadi meskipun ada antrean, masyarakat tidak perlu khawatir, tetap membeli sesuai kebutuhan saja karena barangnya pasti ada. Ketersediaan kami jamin sesuai dengan konsumsi yang dilakukan sehari-hari oleh masyarakat,� pungkas Taufiq.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar pun mengonfirmasi, pasokan energi bagi masyarakat Sleman maupun para wisatawan, berada dalam posisi aman dan terkendali. Dari hasil interaksi dengan sejumlah pengendara di SPBU menunjukkan bahwa antrean kendaraan masih dalam kategori normal serta wajar.

“Dari saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Jogja, khususnya Sleman, untuk persediaan stok BBM kita aman. Masyarakat tidak perlu panik apalagi sampai melakukan aksi pemborongan BBM secara berlebihan,â€� imbuhnya.

Abu Bakar menambahkan, mekanisme distribusi saat ini sudah didukung oleh sistem pemantauan data secara berkesinambungan. Apabila terdapat SPBU yang mengalami penurunan volume pasokan, armada pengangkut BBM akan langsung dikirimkan ke lokasi untuk mencegah timbulnya antrean panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *