Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Bitcoin Turun 1,55% ke US$79.518, Support US$80.000 Diuji

Bitcoin Turun 1,55% ke US$79.518, Support US$80.000 Diuji

Jakarta,REDAKSI17.COM – Harga Bitcoin (BTC) melemah 1,55% ke level US$79.518 atau sekitar Rp1,43 miliar per koin pada perdagangan Senin (26/10/2026) pagi. Tekanan harga terjadi setelah dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih hingga US$773,5 juta dalam dua hari perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.21 WIB, Bitcoin bergerak pada rentang Rp1,434 miliar hingga Rp1,464 miliar per koin. Kapitalisasi pasar aset kripto terbesar tersebut mencapai Rp28,93 kuadriliun, dengan volume transaksi selama 24 jam sebesar Rp255,88 triliun.

Tekanan terhadap Bitcoin juga terlihat dalam pergerakan jangka pendek. Dalam sepekan terakhir, harga BTC terkoreksi 3,38%, sedangkan dalam 30 hari terakhir turun 5,37%.

Melansir CoinPedia, pelemahan harga Bitcoin dipengaruhi oleh arus keluar investasi institusional, likuidasi posisi dengan leverage, serta aksi jual di pasar yang menekan sentimen investor.

Arus dana ETF Bitcoin spot Amerika Serikat menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar. Pada 22 Oktober 2026, ETF tersebut mencatat arus keluar bersih US$635,6 juta, berbalik dari arus masuk sebesar US$524,8 juta pada sesi sebelumnya. Penarikan dana tersebut menjadi yang terbesar sejak Juni.

Tekanan berlanjut pada 23 Oktober 2026 ketika ETF Bitcoin spot kembali mencatat arus keluar bersih sebesar US$137,9 juta. Dengan demikian, total arus keluar bersih selama dua hari tersebut mencapai US$773,5 juta.

Pembalikan arus dana setelah masuknya investasi dalam jumlah besar pada awal pekan mengindikasikan melemahnya permintaan institusional. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap harga Bitcoin di tengah aksi jual yang lebih luas di pasar kripto.

Bitcoin Uji Level US$80.000

Di tengah tekanan jual, perhatian pelaku pasar tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan level US$80.000. Harga BTC yang turun di bawah level tersebut menunjukkan bahwa aset kripto ini sedang menghadapi tekanan di area yang menjadi perhatian analis.

Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada kemampuan pembeli menyerap tekanan jual serta kemungkinan kembalinya permintaan institusional melalui ETF Bitcoin spot.

Jika tekanan jual berlanjut, pelaku pasar akan mencermati perkembangan harga di sekitar level tersebut. Sebaliknya, masuknya kembali dana institusional berpotensi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah perdagangan Bitcoin selanjutnya.

Pelemahan Bitcoin juga diikuti oleh sejumlah aset kripto utama lainnya. Ethereum (ETH) turun 2,45% menjadi Rp41,65 juta per koin. Binance Coin (BNB) melemah 0,75% ke Rp13,33 juta, sedangkan Solana (SOL) terkoreksi 1,23% menjadi Rp1,83 juta per koin.

XRP juga turun 1,17% ke level Rp23.323 per koin. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *