GONDOKUSUMAN,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mendorong Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan perguruan tinggi di Yogyakarta untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mewujudkan penataan kota yang lebih berkarakter dan memiliki kekhasan Kota Yogya.
Menurutnya, keterlibatan para arsitek dan akademisi sangat diperlukan untuk menghadirkan gagasan serta inovasi dalam pembangunan Kota Yogyakarta. Penataan kota tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu mencerminkan identitas, sejarah, budaya, dan karakter Kota Yogyakarta.
Hal tersebut disampaikan Wawan Harmawan dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY yang berlangsung di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN), Yogyakarta.
Pihaknya menilai, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah penataan wajah kota, terutama pada kawasan pintu masuk dan perbatasan Kota Yogyakarta. Beberapa titik seperti Jalan Magelang dan Jalan Solo dinilai perlu mendapatkan perhatian melalui konsep desain yang mampu memperkuat identitas kota. “Mulai dari pintu masuk Kota Yogyakarta, ketika orang datang, harus ada karakter yang bisa menunjukkan bahwa mereka sudah memasuki Kota Jogja. Ini perlu kita bicarakan bersama, bagaimana desain dan kekhasannya,” jelas Wawan saat memberikan sambutan.

Ia juga menyoroti potensi Sungai Code yang dinilai dapat dikembangkan menjadi ikon baru Kota Yogyakarta sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat. Wawan menyebut, Pemerintah Kota Yogyakarta telah memiliki program Mundur, Munggah, Madhep Kali yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan gagasan dan desain dari kalangan arsitek.
Menurutnya, kawasan sekitar Sungai Code berpotensi menjadi alternatif ruang aktivitas ekonomi baru. “Bagaimana Sungai Code bisa menjadi ikon baru di Kota Yogyakarta. Program pemerintah yang sudah ada bisa kita sinergikan dengan desain yang lebih konkret, sehingga kawasan sungai bisa menjadi ruang publik sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, arsitek memiliki peran strategis karena menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif yang mampu menghadirkan nilai tambah melalui desain, inovasi, dan pemanfaatan ruang.
“Kami Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi kegiatan IAI DIY dan selamat HUT IAI DIY ke-51. Kami berharap, para arsitek dapat memberikan contoh dan rekomendasi desain yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga mempertimbangkan aspek fungsi, keamanan, ketahanan, serta kemudahan pemeliharaan,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua IAI DIY, Erlangga Winoto, mengatakan, usia 51 tahun merupakan momentum bagi organisasi untuk semakin matang dan memperkuat tanggung jawab terhadap profesi, anggota, masyarakat, serta organisasi.
Menurutnya, Kota Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan arsitektur karena didukung keberadaan sekitar 14 perguruan tinggi yang memiliki program pendidikan arsitektur dan lima di antaranya telah menyelenggarakan Program Profesi Arsitek.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Yogyakarta untuk terus berkontribusi dalam perkembangan praktik dan pendidikan arsitektur di Indonesia.

“Kalau bicara urusan desain dan mendesain Jogja ini punya banyak sumber daya. Ada sekitar 14 perguruan tinggi arsitektur dan lima program profesi arsitek. Ini menjadi potensi besar yang harus kita manfaatkan bersama,” ujarnya.
Dalam momentum HUT ke-51 tersebut, Erlangga juga menyampaikan rencana peluncuran Koperasi Arsitek Jogja Istimewa sebagai salah satu upaya memperkuat ekosistem dan kesejahteraan anggota IAI DIY.
“Kami berharap koperasi ini dapat menjadi wadah pengembangan kerja sama ekonomi bagi para arsitek sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak,”ujarnya.





