Jakarta,REDAKSI17.COM— Pemilihan sela atau paruh waktu (midterm election) Amerika Serikat yang sengit menjadi perhatian berita internasional pada Senin (2/11).
Perkembangan dari hasil pemilu Israel hingga kabar ada seorang WNI lagi yang bergabung tentara Rusia turut menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional:
Perolehan Suara Melonjak di Pemilu Israel, Partai Arab Diselidiki
Hasil pemilihan umum (Pemilu) Israel 27 Oktober lalu tak ada partai pemenang mayoritas.
Bahkan partai koalisi pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (Likud) juga tidak mencukupi untuk meraih posisi Perdana Menteri.
Blok Netanyahu hanya memperoleh 53 kursi sementara pesaingnya blok Eisenkot Raih Total 48 Kursi. Sementara partai-partai Arab meraih 19 kursi yang diperoleh oleh Joint List (Daftar Gabungan) 11 kursi dan Partai Ra’am 8 kursi. Ini adalah perolehan suara terbanyak dari partai-partai Arab sehingga membuat Netanyahu jengkel.
Trump Kalang Kabut Demokrat Diprediksi Menang Pemilu Sela AS
Partai Demokrat diprediksi akan menang dalam pemilihan sela atau midterm election Amerika Serikat yang digelar besok, Selasa (3/11).
Partai pimpinan Presiden AS saat ini Donald Trump, Republik, berusaha menggunakan segala cara untuk mencegah Demokrat mendominasi suara di pemilihan kali ini.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa Partai Demokrat hampir dipastikan akan merebut mayoritas kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Republik dalam pemungutan suara pada Selasa.Demokrat juga memiliki peluang untuk memenangkan Senat.
Indonesia mendesak Rusia agar menghentikan secara efektif dan sesegera mungkin praktik perekrutan Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai tentaranya untuk membantu invasinya ke Ukraina.
Desakan itu muncul dari Indonesia menyusul laporan sejumlah WNI yang kedapatan bergabung menjadi tentara Rusia. Terbaru, seorang WNI kelahiran Sorong asal Surabaya bahkan tewas tak lama setelah bergabung sebagai tentara Rusia dan dikerahkan ke medan perang.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan permintaan tersebut telah resmi disampaikan Indonesia kepada Pemerintah Rusia melalui jalur diplomatik.








