Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Kawasan Malioboro kembali menunjukkan pesonanya sebagai ruang apresiasi seni dan budaya melalui Pentas Seni Selasa Wagen yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa (03/11) malam. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus memberikan ruang bagi para seniman dan pelaku budaya untuk terus berkarya dan berekspresi.
Gelaran malam itu dibuka dengan petikan ukulele yang merdu dan harmonis dari grup kesenian Jogyakarta Ukulele Society (JUS) dengan membawakan lagu “Selamat Datang Jogja�. Alunan musik tersebut berhasil menarik perhatian wisatawan dan masyarakat yang tengah melintas, sekaligus menghadirkan suasana Malioboro yang hangat dan kental dengan nuansa budaya.
Suasana semakin semarak dengan beragam penampilan seni dari sanggar-sanggar lokal Yogyakarta yang turut menyuguhkan tarian Nusantara. Berbagai pertunjukan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang menikmati suasana Malioboro pada malam hari.
Salah satu penampil, Krisnamurti, mengungkapkan bahwa Pentas Selasa Wagen memiliki arti penting bagi para seniman di Yogyakarta. Menurutnya, kegiatan yang rutin digelar setiap Selasa Wagen di kawasan Malioboro ini menjadi ruang untuk mengapresiasi sekaligus memperkenalkan karya seni kepada masyarakat luas.
“Selasa Wagen merupakan panggung bergengsi bagi seniman Jogja untuk mengapresiasikan hasil karyanya. Di sinilah ajangnya untuk menampung kegiatan kesenian,� tutur Krisnamurti.
Antusiasme terhadap gelaran Selasa Wagen juga dirasakan oleh wisatawan mancanegara, salah satunya Andrean, wisatawan asal Australia. Ia mengaku mengetahui kegiatan tersebut saat berkeliling kawasan Malioboro pada pagi hari dan melihat panggung pertunjukan yang telah terpasang.
Ketertarikannya tersebut membuat Andrean kembali mengunjungi Malioboro pada malam hari untuk menyaksikan berbagai pertunjukan yang disuguhkan. Ia mengaku senang dan menikmati penampilan seni yang hadir dalam gelaran tersebut.
“Saya berkeliling di sini pada pagi hari dan melihat panggung sudah terpasang, lalu saya kembali malam ini. Saya menyukai dan sangat menikmati pertunjukannya. Pertunjukannya sangat bagus,� ungkapnya.
Rangkaian pertunjukan malam itu ditutup dengan penampilan barongsai dari grup Barongsai Mahkota Suci. Beragam kesenian yang ditampilkan menjadi gambaran kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di DIY, sekaligus mempertemukan masyarakat dengan berbagai ekspresi seni dalam satu ruang terbuka.
Dalam kesempatan tersebut, pengunjung juga diperkenalkan dengan Salam Sumbu Filosofi yang mengusung nilai-nilai Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawula Gusti. Gelaran kali ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Pentas Selasa Wagen sepanjang tahun 2026.
Melalui penyelenggaraan yang konsisten setiap bulannya, Pentas Selasa Wagen terus menegaskan perannya sebagai ruang perjumpaan antara seniman, masyarakat, dan kebudayaan. Lebih dari sekadar pertunjukan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk merawat tradisi, memberikan ruang ekspresi bagi para seniman, serta memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Yogyakarta kepada masyarakat luas.
Humas Pemda DIY







