Beranda / Daerah / Resmi Dilantik, 30 Lurah Terpilih Siap Mengemban Amanah di Kabupaten Bantul

Resmi Dilantik, 30 Lurah Terpilih Siap Mengemban Amanah di Kabupaten Bantul

 

Bantul,REDAKSI17.COM – Sebanyak 30 lurah terpilih dalam Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak Kabupaten Bantul Tahun 2026 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, pada Kamis (5/11/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Pendopo Parasamya, Kabupaten Bantul.

Dalam laporan penyelenggara, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, menyampaikan bahwa Pemilihan Lurah Serentak Tahun 2026 diselenggarakan di 30 kalurahan yang tersebar di 15 kapanewon. Rangkaian pelaksanaan kegiatan berlangsung mulai Mei hingga November 2026, dengan pemungutan suara dilaksanakan pada 4 Oktober 2026.

“Jumlah calon lurah sebanyak 87 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat enam lurah petahana yang tidak maju kembali dan 24 lurah petahana yang mencalonkan diri. Sebanyak 14 lurah petahana berhasil terpilih kembali, terdiri atas 12 laki-laki dan dua perempuan. Sementara itu, terdapat 16 lurah baru yang terpilih, terdiri atas 13 laki-laki dan tiga perempuan,” jelas Agus.

Agus menambahkan, pelaksanaan pemilihan lurah dilakukan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pencalonan, pemungutan dan penghitungan suara, serta penetapan. Secara keseluruhan, Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Bantul Tahun 2026 telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Selanjutnya, setelah menerima laporan dari Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) melalui Panewu, Bupati Bantul telah memberhentikan 30 lurah periode 2018–2026 serta mengesahkan dan mengangkat 30 lurah hasil Pemilihan Lurah Tahun 2026 untuk masa jabatan 2026–2034,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Pilur Serentak Kabupaten Bantul Tahun 2026. Apresiasi secara khusus juga disampaikan kepada masyarakat di 30 kalurahan dan 15 kapanewon yang telah menggunakan hak pilihnya.

Bupati menyebutkan bahwa tingkat partisipasi pemilih mencapai 73,7 persen, yakni sebanyak 227.900 pemilih dari total 308.378 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di 648 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul, saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Forkopimda, DPRD, OPD, para Panewu, pamong dan perangkat kalurahan, Badan Musyawarah Kalurahan, seluruh panitia, petugas TPS, Linmas, serta semua komponen masyarakat yang telah bahu-membahu dan bekerja keras sehingga pelaksanaan Pemilihan Lurah Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Bantul dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tutur Bupati.

Bupati juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada 16 lurah purna tugas periode 2018–2026 atas pengabdian, kerja keras, dan dedikasi yang telah diberikan selama memimpin kalurahan masing-masing.

“Semoga segala karya dan pengabdian Bapak/Ibu menjadi ladang pahala,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa menjadi seorang lurah merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar. Oleh karena itu, para lurah terpilih diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh serta penuh integritas.

“Bekerjalah dari hati. Jadikan jabatan sebagai wasilah atau perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesan Bupati.

Bupati berharap para lurah yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif bagi kalurahannya masing-masing. Dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal), para lurah diminta untuk mengedepankan inovasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, mengakomodasi kearifan lokal, serta membangun kolaborasi dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat di kalurahan.

Selain itu, penyusunan RPJMKal juga harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Bantul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK2PS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) H. Yudanegara, mengingatkan bahwa menjadi lurah bukan sekadar menerima jabatan, tetapi amanah dari masyarakat. Lurah bukan hanya pemimpin pemerintahan, tetapi juga pengayom, pelayan sekaligus teladan bagi masyarakatnya

“Dalam filosofi kepemimpinan jawa dikenal ungkapan Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberikan dorongan. Inilah prinsip yang harus dipegang oleh semua lurah yang dilantik dalam menjalankan tugasnya,� katanya.

Ia juga menitipkan lima pesan penting, yakni merangkul seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan pilihan politik, kedua menjaga integritas dan jangan menyalahgunakan kewenangan, ketiga menjadi pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, keempat memahami dan menjaga keistimewaan Yogyakarta, dan kelima membangun kerja sama dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Ingat, lurah adalah lurus arah. Lurah yang hebat bukanlah yang paling ditakuti tetapi lurah yang paling dipercaya oleh masyarakatnya,� tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bantul juga memberikan piagam penghargaan kepada para lurah periode 2018–2026 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi mereka dalam pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *