Jakarta,REDAKSI17.COM – Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) mendapat pengamanan ketat dari ratusan aparat kepolisian pada Jumat (6/11/2026). Pengamanan tersebut berlangsung di tengah rencana aksi damai yang digagas sejumlah kader PPP yang tergabung dalam Front Pemuda Persatuan Pembangunan (F-PPP).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, rencana aksi tersebut bermula dari beredarnya undangan aksi damai melalui grup WhatsApp internal PPP pada Kamis (5/11/2026).
Dalam undangan tersebut, aksi dijadwalkan berlangsung pada Jumat (6/11/2026), mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Agenda kegiatan meliputi pelaksanaan salat Jumat, orasi politik, hingga rencana penyegelan kantor DPP PPP.
Aksi tersebut mengatasnamakan Front Pemuda Persatuan Pembangunan (F-PPP). Namun, dalam undangan yang beredar tidak tercantum nama koordinator aksi.
Adapun sejumlah tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut antara lain mendesak Muhamad Mardiono untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PPP. Mereka menilai kepemimpinan Mardiono merupakan hasil dari proses yang mereka sebut sebagai sabotase Muktamar X PPP.
Selain itu, F-PPP juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Mardiono dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP).
Dalam pandangan kelompok tersebut, jabatan pemerintahan yang melekat pada diri Mardiono diduga digunakan sebagai alat untuk melakukan tekanan, termasuk ancaman pemecatan terhadap kader-kader PPP. Mereka menilai kondisi tersebut turut memicu kegaduhan di internal partai.
Sebagai bentuk protes dan kekecewaan, F-PPP berencana melakukan penyegelan kantor DPP PPP.
Namun, menurut salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, aksi tersebut sejatinya direncanakan berlangsung secara damai dan mengedepankan suasana kekeluargaan.
“F-PPP tadinya berharap kedatangannya disambut oleh Pak Mardiono langsung atau setidaknya pengurus DPP PPP,� uja salah satu pendemo dari Front PPP, Jumat (7/11/2026).
Sayangnya, rencana aksi tersebut akhirnya urung dilaksanakan setelah para peserta mendapati kantor DPP PPP telah dijaga ratusan personel kepolisian.
“Setelah kami amati di lokasi, kami sudah dihadang oleh 190 aparat dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya hingga Mako Brimob. Akhirnya aksi kami tunda,� tandasnya.
Meski demikian, F-PPP menegaskan bahwa penundaan aksi tersebut bukan berarti membatalkan tuntutan yang ingin mereka sampaikan. Mereka berencana kembali menggelar aksi dengan mempertimbangkan perkembangan situasi.
“Kami tetap akan melakukan aksi pada kesempatan berikutnya. Kami tidak mau dibenturkan dengan aparat. Kami kader PPP dan kami ingin menyampaikan tuntutan secara langsung kepada Mardiono,� tutupnya.
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai alasan pengerahan ratusan personel kepolisian serta tanggapan pihak DPP PPP maupun Mardiono atas rencana aksi dan tuntutan tersebut masih perlu dikonfirmasi.






