Banguntapan,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong terbangunnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, saat mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Pelantikan Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PP PABI) Masa Bakti 2025–2028 di Hotel Grand Rohan Jogja, Jumat (23/1).

“Pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas profesi agar kualitas layanan kesehatan, termasuk pelayanan bedah, dapat terus meningkat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Emma.

Dalam kesempatan tersebut, Emma menyampaikan apresiasi atas dilantiknya Pengurus Pusat PABI yang baru sekaligus atas terselenggaranya Simposium GSU ke-4 di Yogyakarta. Kehadiran organisasi profesi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogya, Emma Rahmi Aryani

Emma juga memaparkan arah pembangunan kesehatan Kota Yogyakarta sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Yogyakarta Tahun 2025–2029 dengan visi Terwujudnya masyarakat adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. Fokus utama diarahkan pada pembangunan manusia yang produktif dan berkualitas melalui peningkatan akses serta mutu pelayanan kesehatan.

“Pembangunan kesehatan kami dorong melalui pengembangan sumber daya manusia kesehatan, peningkatan kompetensi dan sertifikasi, pencegahan penyakit menular dan tidak menular, optimalisasi fasilitas kesehatan terakreditasi, serta penguatan layanan kesehatan dasar dan rujukan,” jelasnya.

Berbagai program unggulan juga terus dijalankan, seperti Program Satu Kampung Satu Bidan atau Tenaga Kesehatan yang didukung aplikasi Jogja Sehat, penguatan layanan kegawatdaruratan melalui PSC 119, cek kesehatan gratis bagi lansia, pencegahan kejadian luar biasa (KLB), Program Jogja Bebas Stunting, serta penguatan layanan kesehatan jiwa melalui pendekatan No Health Without Mental Health.

PP PABI Masa Bakti 2025-2028

Sementara itu, Ketua PP PABI Masa Bakti 2025–2028, Herry Setyanto, menegaskan komitmen PABI untuk mengabdi dan berkontribusi bagi peningkatan pelayanan bedah di Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus PABI periode sebelumnya atas dedikasi dan fondasi kuat yang telah dibangun.

“Pengurus PABI sudah sah dilantik, siap berbakti pada bangsa dan negara Indonesia,” ujar Herry Setyanto.

Pihaknya mengungkapkan tidak ingin dokter spesialis yang dihasilkan hanya menjadi tukang bedah, tetapi benar-benar menjadi ahli bedah yang kompeten dan beretika. “Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pengurus untuk mengawal kualitas pendidikan dan pelayanan,” tegasnya.

“Kami berharap dukungan dan arahan dari pemerintah daerah dan PB IDI agar organisasi profesi tetap dilibatkan dalam pembinaan, perizinan, dan peningkatan kompetensi demi keselamatan pasien,” tambahnya.