Gedong Tengen,REDAKSI17.COM — Suasana malam di kawasan Malioboro hingga sekitarnya terasa berbeda pada Jumat (23/1/2026). Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas dan atlet balap sepeda mengikuti kegiatan gowes malam hari sebagai bentuk penyambutan peserta Yogyakarta Criterium League 2026 yang digelar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Yogyakarta.
Kegiatan bersepeda santai yang mengitari kawasan Malioboro tersebut dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Gowes malam ini menjadi bagian dari agenda hospitality bagi para atlet yang akan berlaga pada kejuaraan balap sepeda yang digelar keesokan harinya di Mandala Krida.
Wawan Harmawan menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Yogyakarta Criterium League yang dinilai mendapat antusiasme tinggi dari peserta dan masyarakat. Menurutnya, kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tpi juga sarana strategis untuk memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota sepeda sekaligus destinasi sport tourism.

“Ini adalah kejuaraan yang sangat luar biasa. Pesertanya melebihi target, lebih dari 300 atlet. Besok lomba akan dilaksanakan di Mandala Krida dan kami berharap dapat berlangsung dengan lancar,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, event balap sepeda ini memiliki dampak ganda, baik dalam pembinaan atlet maupun penguatan sektor pariwisata. Kehadiran peserta dari luar daerah diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk datang dan menikmati atmosfer Kota Yogyakarta.
“Selain mencari bibit dan atlet-atlet baru, kita juga berharap event ini mampu menarik wisatawan untuk hadir ke Kota Yogyakarta. Respon masyarakat sangat besar, bahkan banyak peserta dari luar kota yang datang untuk menikmati acara ini,” katanya.

Wawan menegaskan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong berbagai kegiatan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen menjadikan Yogyakarta kembali dikenal sebagai Kota Sepeda, termasuk melalui agenda rutin bersepeda yang digelar oleh pemerintah.
Sementara itu, Ketua ISSI Kota Yogyakarta, Danang Samsu, menjelaskan gowes malam ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus jamuan bagi para atlet, baik dari Kota Yogyakarta maupun daerah lain yang mengikuti kejuaraan.
“Kegiatan ini adalah bentuk hospitality bagi para atlet yang akan bertanding. Pak Wakil Wali Kota menjamu mereka untuk menikmati suasana Yogyakarta dengan cara bersepeda santai,” ujar Danang.
Ia menyebutkan, Yogyakarta Criterium League 2026 diikuti sekitar 350 atlet dari lebih dari 40 kota di Indonesia. Sebagian besar peserta telah datang beberapa hari sebelum lomba, sehingga kegiatan gowes malam ini menjadi momen untuk memperkenalkan kekayaan destinasi dan suasana Kota Yogyakarta.

“Para atlet tidak hanya datang untuk bertanding. Mereka butuh persiapan dan biasanya tinggal di Yogyakarta minimal dua sampai tiga hari. Karena itu, kami ingin menunjukkan bahwa kita punya banyak tempat menarik dan ragam pengalaman yang bisa dinikmati,” jelasnya.
Rute gowes malam difokuskan di kawasan Malioboro dengan jarak pendek, sehingga peserta dapat menikmati ikon kota, suasana malam, serta interaksi langsung dengan masyarakat. Menurut Danang, kegiatan ini juga menjadi penanda kesiapan Yogyakarta dalam mendukung pengembangan sport tourism berbasis sepeda.
“Yogyakarta sejak dulu dikenal sebagai kota sepeda. Banyak tempat asyik yang bisa dijangkau dengan sepeda, baik untuk wisata santai maupun olahraga kompetitif. Mau road bike, BMX, MTB, semuanya ada,” tandasnya.
Melalui gowes malam dan penyelenggaraan Yogyakarta Criterium League 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama ISSI berharap olahraga balap sepeda tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga semakin menguatkan posisi Yogyakarta sebagai kota ramah pesepeda dan tujuan wisata olahraga nasional.



