Gondokusuman,REDAKSI17.COM – Tren kunjungan ke Perpustakaan Kota Yogyakarta sepanjang tahun 2025 mencapai 163.210 pengunjung. Jumlah tersebut berasal dari layanan Perpustakaan Kotabaru sebanyak 66.250 kunjungan, Perpustakaan Pevita 21.959 kunjungan, serta layanan perpustakaan keliling yang mencatat 75.001 kunjungan.
Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta, Nunun Zulaikha, menyampaikan capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024.
“Kalau dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah kunjungan ini naik. Peningkatan ini sejalan dengan target kunjungan yang sudah direncanakan serta strategi untuk menarik minat masyarakat,” ujar Nunun saat dikonfirmasi Senin (26/1/2026).
Salah satu faktor pendukung kenaikan kunjungan adalah perpanjangan jam operasional perpustakaan hingga pukul 20.00 WIB pada Senin sampai Kamis. Layanan ini terutama dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan ruang belajar di luar jam kerja.
“Dengan tambahan jam malam memang ada kenaikan, meskipun pemanfaatannya sesuai kebutuhan masyarakat. Umumnya digunakan untuk mengerjakan tugas,” jelasnya.
Selain perpanjangan jam operasional, DPK Kota Yogyakarta juga memperkaya variasi layanan. Program Seruni dikembangkan sebagai media promosi buku pilihan melalui konten kurasi di media sosial, di mana pustakawan mengulas isi dan keunggulan buku untuk meningkatkan minat baca.
DPK juga terus mengembangkan layanan unggulan Gantari sebagai pusat literasi naskah kuno dan budaya lokal. Berbagai kelas dibuka, seperti Aksara Jawa, Arab Pegon, Iluminasi, dan Macapat, untuk memperkuat peran perpustakaan dalam pelestarian budaya.
Sementara itu, Perpustakaan Pevita yang dibranding sebagai perpustakaan anak turut berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan. Sekitar 70 persen layanannya difokuskan untuk anak dan 30 persen untuk umum.
“Dengan branding ini kami berharap kunjungan anak semakin meningkat, apalagi didukung fasilitas dan ruang yang lebih luas dan nyaman,” kata Nunun.
DPK mencatat lonjakan kunjungan juga terjadi pada momen tertentu, seperti Hari Kunjung Perpustakaan, Festival Literasi, dan agenda tematik lainnya. Pada kondisi tertentu, jumlah kunjungan harian dapat mencapai sekitar 400 orang, termasuk layanan perpustakaan keliling.
Saat libur sekolah, kunjungan cenderung meningkat. DPK rutin menggelar kegiatan liburan di perpustakaan yang diisi aktivitas edukatif sebagai alternatif kegiatan anak dan keluarga. Selain itu, program Wisata Literasi juga menjadi daya tarik, di mana sekolah dapat melakukan kunjungan pembelajaran ke perpustakaan.
“Perpustakaan bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi ruang belajar bersama yang inklusif dan rekreatif bagi semua lapisan masyarakat,” tegas Nunun.
Memasuki tahun 2026, DPK Kota Yogyakarta menyiapkan pengembangan layanan lanjutan, di antaranya kelas parenting online sebagai penguatan layanan Perpustakaan Anak Pevita. Program ini ditujukan bagi orang tua dan pendamping anak untuk meningkatkan pemahaman pola asuh di era digital.
Selain itu, gerakan sumbang buku dikembangkan melalui program Rotate Your Book, yakni menukarkan buku layak baca milik masyarakat dengan buku hasil donasi, guna memperluas akses bacaan dan mendukung pemanfaatan ulang.
“Perpustakaan kami harapkan menjadi ruang belajar tanpa sekat, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Kota Yogyakarta,” pungkasnya.



