
Jakarta,REDAKSI17.COM – Dalam rangka menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Operasi Ketupat atau mudik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan melaksanakan Operasi Keselamatan. Operasi ini difokuskan untuk menurunkan angka kecelakaan serta memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pengguna jalan.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua pekan dan dimulai pada awal Februari. Masyarakat pun diimbau untuk lebih disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2026.
Operasi Keselamatan 2026 menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Fokus perhatian kita arahkan kepada pengguna jalan yang paling rentan, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua, ujar Irjen Agus dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).
Sebagai bagian dari upaya cipta kondisi sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri juga menaruh perhatian terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya. Salah satu sasaran penindakan adalah praktik balap liar yang kerap membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Operasi ini menitikberatkan pada penertiban balap liar yang membahayakan keselamatan umum. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan angkutan bus dan travel melalui titik-titik check point, kata Irjen Agus.
Pemeriksaan pada titik-titik check point tersebut meliputi pengecekan kelaikan kendaraan atau ram check, serta memastikan kondisi fisik dan kesiapan pengemudi sebelum memasuki periode puncak arus mudik.
Lebih lanjut, Irjen Agus menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan didukung dengan penerapan sistem penegakan hukum berbasis teknologi digital. Korlantas Polri mengoptimalkan penggunaan ETLE dan ETLE Drone Patrol Presisi guna menjamin proses penindakan berjalan secara transparan dan profesional.
Penindakan dilakukan berbasis teknologi dan data, sehingga objektif, akuntabel, dan minim interaksi. Dengan dukungan ETLE Drone, pengawasan kita kini semakin presisi, luas, dan responsif. Ini adalah wujud transformasi Polri menuju pelayanan yang modern, jelas jenderal bintang dua tersebut.
Ia menegaskan bahwa penerapan ETLE tidak semata-mata bertujuan untuk penindakan pelanggaran, tetapi juga sebagai sarana edukasi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas demi menjaga keselamatan masyarakat.
Mengusung semboyan ‘Senyum Polantas adalah Marka Utama’, Irjen Agus juga mengingatkan seluruh jajaran agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan. Menurutnya, kehadiran Polantas harus dirasakan sebagai bentuk perlindungan dan pengayoman bagi masyarakat.
Langkah ini merupakan komitmen Korlantas Polri untuk menghadirkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan melalui pendekatan yang tegas namun humanis. Sesuai prinsip kita: ‘Senyum Polantas adalah Marka Utama‘, tegas Irjen Agus.



