Bekasi,REDAKSI17.COM – Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjadi sorotan nasional setelah tertangkap kamera duduk termenung di depan gerbong KRL yang hancur usai tragedi tabrakan maut di Bekasi Timur pada malam 27 April 2026. Dengan tubuh tertunduk dan tatapan kosong mengarah ke puing puing kereta yang ringsek, ia tampak menyaksikan langsung besarnya tragedi yang baru saja merenggut banyak nyawa di hadapannya.
Di sekelilingnya, petugas penyelamat masih berjibaku mengevakuasi korban dari gerbong belakang yang remuk parah akibat dihantam KA Argo Bromo Anggrek. Suara sirene ambulans, tangisan keluarga korban, dan teriakan tim evakuasi berpadu dalam suasana mencekam, sementara sosok Bobby yang duduk membisu di tengah kekacauan menjadi gambar yang paling membekas dari malam itu.
Tragedi tersebut menewaskan 15 orang dan melukai 88 lainnya, menjadikannya salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Sebagai pimpinan tertinggi perusahaan, Bobby kemudian menyatakan PT KAI akan menanggung penuh seluruh biaya pengobatan, santunan, serta pemakaman korban, sembari memastikan investigasi menyeluruh dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Bagi banyak orang, foto Bobby yang termenung di depan bangkai kereta bukan sekadar potret seorang pejabat di lokasi bencana, melainkan gambaran nyata beratnya tanggung jawab seorang pemimpin ketika tragedi besar terjadi di bawah kepemimpinannya.





